30 April 2026

Pemkab Bojonegoro Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Bojonegoro – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Selasa (1/10/2024) di halaman Pendopo Malowopati. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Djoko Lukito, sebagai inspektur upacara.

Acara ini diawali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Puncak dari upacara tersebut adalah pembacaan naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Tema peringatan tahun ini, “Bersama Pancasila Mewujudkan Indonesia Emas,” mencerminkan komitmen untuk memperkuat fondasi kebangsaan dan mempertahankan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Dalam ikrar yang dibacakan, disebutkan bahwa sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bangsa ini telah menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri, yang berupaya merongrong Pancasila sebagai ideologi negara.

Naskah ikrar juga menegaskan bahwa rongrongan terhadap Pancasila disebabkan oleh kelengahan dan kurangnya kewaspadaan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, melalui semangat kebersamaan yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, Indonesia mampu memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di akhir upacara, para peserta menyatakan tekad bulat untuk terus mempertahankan dan mengamalkan Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan demi terjaganya NKRI.

Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober sebagai pengingat akan pentingnya menjaga dan menguatkan ideologi negara di tengah tantangan zaman yang terus berubah.(sr/rn)

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Terus Berupaya Secara Intensif Menurunkan Kemiskinan Ekstrem