21 Mei 2026

Pemkab Bojonegoro dan Aisiyah Gelar Lokakarya Strategi Daerah untuk Lansia Bermartabat

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Aisiyah menggelar lokakarya untuk merumuskan strategi daerah terkait isu kelanjutusiaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Partnership Room lantai 4 Gedung Pemkab Bojonegoro pada Kamis (21/11/2024), sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan lansia yang bermartabat.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Ike Widyaningrum, menjelaskan bahwa isu lansia telah menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Bojonegoro 2025-2045.

“Isu kelanjutusiaan masuk dalam misi untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak. Salah satunya adalah mewujudkan lansia bermartabat,” ujar Ike.

Menurutnya, RPJP tersebut memuat visi Bojonegoro sebagai Sentra Agroindustri dan Energi Negeri yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program, seperti promosi gaya hidup sehat bagi lansia, layanan posyandu lansia, bantuan jamban sehat, dan program Aladin (atap, lantai, dinding).

Data menunjukkan bahwa Kabupaten Bojonegoro memiliki 235.078 jiwa lansia, atau 17,25% dari total populasi.

“Kami juga memberikan bantuan sosial berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) daerah dan program Rantang Kasih untuk mendukung kesejahteraan mereka,” tambah Ike.

Ia berharap program ini mampu meningkatkan produktivitas lansia, terutama dari sisi kesehatan, agar mereka tetap berperan dalam keluarga dan lingkungan.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Aisiyah Bojonegoro, Zuliatin Lailiyah, menyoroti tren pertumbuhan populasi lansia di Indonesia. Berdasarkan data Sensus Penduduk 2023, sekitar 12% dari total penduduk Indonesia, atau 29 juta jiwa, telah memasuki kategori lansia. Proyeksi Kementerian PPN/Bappenas menyebutkan bahwa pada 2045, jumlah tersebut diperkirakan mencapai 61,4 juta jiwa atau sekitar 20-25% dari populasi nasional.

“Di antara populasi lansia ini, masih banyak yang berasal dari kelompok rentan, seperti lansia miskin, terlantar, dan penyandang disabilitas,” ujar Zuliatin.

Baca Juga :  10 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan Polres Bojonegoro ke Desa Tlogohaji

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut upaya pembangunan yang lebih holistik dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, hingga media. Aisiyah, sebagai organisasi perempuan yang peduli terhadap isu lansia, telah meluncurkan program Daycare Lansia, sebuah layanan berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup lansia.

Zuliatin berharap kolaborasi seperti ini dapat meningkatkan wawasan, mendorong sinergi multipihak, dan menghasilkan strategi daerah yang lebih baik dalam mengatasi tantangan populasi lansia.

“Dengan begitu, kita bisa mewujudkan kehidupan lansia yang bermartabat dan sejahtera,” pungkasnya.(sr/rn)