3 November 2026

Pemkab Bojonegoro Gelar PASS ISYA di Guyangan, Harga Kebutuhan Pokok Lebih Terjangkau bagi Warga

Ragamnusantara.id, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menghadirkan program PASS ISYA (Pasar Setelah Sholat Isya’) di Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Senin (2/11/2026) malam. Program pasar murah ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar pada umumnya.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro.

Program PASS ISYA menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Meski selisih harga dengan pasar umum tidak terlalu besar, harga yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut tetap lebih murah.

Di hadapan masyarakat, Nurul Azizah juga menyampaikan kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menentukan program pembangunan yang benar-benar menjadi prioritas.

Ia menjelaskan, APBD Kabupaten Bojonegoro yang sebelumnya mencapai Rp8,2 triliun pada 2024, kini berada di kisaran Rp6,4 triliun pada 2026. Sementara itu, proyeksi APBD 2027 diperkirakan sekitar Rp5,1 triliun.

“Di tahun 2026 APBD Kabupaten Bojonegoro dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tiga tahun yang lalu sangat berbeda. Dulu di angka Rp8,2 triliun, sekarang tinggal Rp6 triliun. Dan di tahun 2027 nanti, APBD Kabupaten Bojonegoro tinggal Rp5 triliun,” ujar Nurul Azizah.

Menurutnya, penurunan anggaran tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menentukan program yang akan dijalankan. Tiga sektor yang menjadi perhatian utama adalah kesehatan, pertanian, dan pembangunan desa melalui Bantuan Keuangan Desa (BKD).

Baca Juga :  Selama Sebulan, Satgas TMMD 125 Bojonegoro Makan Bareng Warga

Selain persoalan anggaran, Nurul Azizah juga menyoroti persoalan judi online yang dinilainya telah menjadi perhatian serius di Kabupaten Bojonegoro.

Ia menyebutkan, dari 28 kecamatan yang terdiri atas 430 desa dan kelurahan, hanya dua desa yang menurut data yang disampaikannya tidak ditemukan kasus judi online, yakni Desa Pesen, Kecamatan Kanor, dan Desa Krejeng, Kecamatan Malo.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian tersendiri mengingat dampak judi online tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi keluarga, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, SKM., M.MKes., menyampaikan perkembangan layanan unggulan di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Ia menyebutkan bahwa rumah sakit daerah tersebut memiliki layanan unggulan di bidang jantung, saraf, dan kanker. Menurutnya, RSUD Bojonegoro juga telah menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam pengembangan layanan unggulan.

Berdasarkan informasi resmi pemerintah daerah, RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo memperoleh Sapphire Honor Award atau peringkat ketiga nasional untuk kategori layanan jantung dan saraf dalam pemeringkatan National Hospital Ranking yang diselenggarakan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

Penghargaan tersebut menjadi salah satu capaian sektor kesehatan Kabupaten Bojonegoro di tengah kebijakan pemerintah daerah yang tetap memprioritaskan pelayanan dasar meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

Melalui program PASS ISYA dan sejumlah kebijakan prioritas lainnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berupaya menjaga keterjangkauan kebutuhan masyarakat sekaligus mempertahankan pelayanan publik di tengah perubahan kemampuan keuangan daerah.(sr/rn)