30 April 2026

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Pemkab Bojonegoro Ajak Masyarakat Gemar Makan Sayur dan Buah

Bojonegoro – Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, terus melakukan upaya sosialisasi untuk meningkatkan mutu kesehatan melalui program siaran radio “SAPA! (Selamat Pagi!) Malowopati FM”. Pada edisi Jumat (07/07/2023), Pemerintah Kabupaten mengajak masyarakat untuk mengembangkan kegemaran dalam mengonsumsi buah dan sayur.

Acara SAPA! Malowopati FM yang dipandu oleh penyiar Lia Yunita, menghadirkan narasumber Aghnia Layalia, SKM, dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Sri Endang Sulistyorini, Ahli Gizi Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro. Siaran SAPA! Malowopati FM dapat diikuti secara langsung melalui saluran YouTube Malowopati Radio dan juga melalui interaksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.

Menurut Sri Endang, makanan yang sehat dan bergizi sangat penting bagi kesehatan tubuh dan otak. Buah dan sayur menjadi sumber nutrisi yang sangat baik untuk tubuh. Sayangnya, masih banyak orang yang kurang rutin mengonsumsi buah dan sayur dalam kehidupan sehari-hari.

“Buah dan sayur mengandung vitamin, serat, mineral, antioksidan, dan air yang diperlukan tubuh agar tetap sehat. Selain karbohidrat dan protein, kita harus terbiasa mengonsumsi buah dan sayur,” jelasnya.

Menurut Endang, pengenalan buah dan sayur sebaiknya dimulai ketika bayi mencapai usia 6 bulan dan sudah mendapatkan ASI atau formula susu yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Pada usia ini, bayi sudah menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk memulai makanan pendamping ASI atau MPASI.

Pada awalnya, buah dan sayur dapat diberikan dalam bentuk puree atau bubur yang lembut dan halus. Pemberian buah dan sayur kepada bayi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan perlahan, agar bayi dapat terbiasa dengan rasa dan tekstur makanan baru.

Sementara itu, Aghnia Layalia menyatakan pentingnya membiasakan makan buah dan sayur sejak dini, dengan memperkenalkan berbagai jenis buah dan sayur sebagai olahan makanan yang enak agar anak-anak mau mengonsumsinya. “Mulailah dengan menggunakan buah dan sayur lokal di sekitar kita, tidak perlu membeli buah-buahan yang mahal. Sebagai contoh, pisang mengandung banyak kalium dan pepaya mengandung vitamin A yang tinggi. Ada banyak buah lokal lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Ikuti Pameran Pelayanan Publik 2024 Pemprov Jatim

Dia menjelaskan bahwa terdapat banyak pilihan buah lokal di Bojonegoro, seperti buah belimbing dan jambu biji yang mengandung lebih banyak vitamin C daripada buah jeruk. Buah pisang merupakan buah yang paling banyak tersedia. Selain itu, juga terdapat buah salak Wedi yang sudah cukup terkenal, serta buah durian di daerah Sekar dan buah alpukat di Kedewan yang baru-baru ini dikembangkan. Sedangkan sayuran yang sesuai dengan iklim di Bojonegoro meliputi bayam, kangkung, sawi, dan terong. Sayuran ini dapat ditanam di pekarangan rumah karena masa panennya relatif singkat. Hal ini dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan konsumsi sayur.

Aghnia menekankan bahwa mengonsumsi buah dan sayur secara teratur dapat memberikan nutrisi penting yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Takaran buah dan sayur yang harus ada dalam piring seseorang dapat bervariasi tergantung usia dan kebutuhan individu. Secara umum, takaran buah dan sayur pada piring sebaiknya mengikuti pedoman berikut: usia 6-23 bulan: 25% buah dan sayur; usia 2-5 tahun (balita): 30% buah dan sayur; dan usia dewasa: 15% buah dan 35% sayur.

Namun, penting untuk diingat bahwa takaran buah dan sayur yang disesuaikan dengan usia tersebut hanya sebagai pedoman dan belum tentu cocok untuk setiap individu. Oleh karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi guna mendapatkan saran yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi serta aktivitas fisik.

“Bagi masyarakat Bojonegoro yang mengalami gangguan kesehatan mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, hingga dewasa, dapat berkonsultasi dengan ahli gizi yang tersedia di puskesmas Kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya. (sr/rn/lis)