31 Mei 2026

Tragedi Pelajar di Bojonegoro yang Disambar Petir, Meninggal Dunia

Ragamnusantara.id, Bojonegoro – Tegar Dwi Prasetya, seorang siswa berusia 14 tahun, yang merupakan anak dari Chandra Prasetya, telah mengalami kejadian tragis. Insiden ini terjadi ketika dia sedang bermain sepak bola di Stadion Letjend Soedirman Bojonegoro, Jawa Timur, pada Jumat sore, (3/11/2023). Tegar, yang tinggal di Perumahan Bomai Blok D1 Nomor 8, Desa Tikusan RT 007 RW 003, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, disambar petir dan akhirnya meninggal dunia.

Setelah insiden tersebut, Tegar dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Bojonegoro. Beberapa jam setelah insiden, dia sempat sadar dan bisa berkomunikasi. Namun, dalam beberapa jam berikutnya, dia kembali tak sadarkan diri dan mengalami koma. Oleh karena itu, dia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Sayangnya, Tegar Dwi Prasetya meninggal dunia pada Minggu malam,(5/11/2023) sekitar pukul 20.30 WIB, selama perawatan di RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Menurut sumber dari RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Tegar dirujuk dari Rumah Sakit Ibnu Sina ke RSUD dr R Sosodoro pada Sabtu pagi, (4/11/2023). Ketika dirujuk, kondisi Tegar dalam keadaan koma dan mengalami cedera akibat petir yang menyebabkan luka bakar di dada dan kaki.

Setelah menjalani perawatan di Ruang ICU selama beberapa jam, Tegar kemudian dirawat di Gedung H, Ruang Picu Nomor 3 pada Sabtu sore. Namun, pada Minggu malam, tanggal 5 November 2023, dia dinyatakan meninggal dunia.

Salah satu tetangga Tegar, yang bernama Ugik (55), menceritakan bahwa setelah insiden petir pada Jumat sore, Tegar segera dilarikan ke RS Ibnu Sina Bojonegoro.

“Tegar sempat sadar beberapa jam setelah itu dan bisa berbicara, namun dia kemudian mengalami penurunan kondisi dan koma, “tutur Ugik.

Baca Juga :  Ribuan Anggota Pramuka Bojonegoro Ikuti Kegiatan PSC 2024

Ugik juga cerita bahwa pada awalnya, tidak ada tanda-tanda luka dalam pada tubuh Tegar. Namun, keesokan pagi, tubuhnya mulai menunjukkan tanda-tanda luka dalam, sehingga dia segera dirujuk ke RSUD dr Sosodoro Bojonegoro. Luka bakar dan memar terlihat pada dada dan kaki Tegar.

Tegar mengalami kondisi yang kritis pada Sabtu malam, namun beberapa jam kemudian, dia kembali stabil. Namun, pada Minggu malam sebelum meninggal dunia, dia mengalami kondisi kritis dengan gejala kejang dan buih keluar dari mulutnya.(sr/rn)