Wajib Anda hindari, berikut 4 aroma parfum yang tidak cocok untuk cuaca panas ya. Simak sampai akhir, yuk.
Memakai parfum di musim kemarau atau saat suhu udara sedang meningkat adalah cara terbaik untuk menjaga tubuh tetap segar dan percaya diri.
Namun, tahukah Anda bahwa cuaca panas dapat mengubah bagaimana sebuah aroma parfum menyebar dan bertahan di kulit?
Suhu tubuh yang tinggi dan keringat yang keluar akan mempercepat penguapan molekul parfum, sehingga membuat aroma tertentu menjadi berkali-kali lipat lebih tajam dan menyengat.
Aroma parfum yang terlalu berat dan manis akan menjadi sangat pekat saat terkena hawa panas, yang justru berisiko memicu pusing bagi pemakai maupun orang di sekitarnya. Oleh karena itu, kurasi aroma yang tepat sangat penting untuk menjaga kenyamanan penciuman di bawah terik matahari.
Wajib Anda hindari, berikut 4 aroma parfum yang tidak cocok untuk cuaca panas, bersumber dari
Vogue
dan
Fragrantica
.
1. Vanilla
Aroma
vanilla
memang sangat digemari karena memberikan kesan hangat, manis, dan nyaman layaknya kue yang baru matang. Namun, kehangatan inilah yang membuatnya menjadi musuh utama di cuaca panas.
Molekul aroma manis (
gourmand
) ini cenderung berat dan pekat. Ketika bercampur dengan keringat dan suhu tubuh yang meningkat, aroma
vanilla
yang lembut bisa berubah menjadi sangat legit, pusing, dan memberikan sensasi gerah atau memualkan.
Aroma
vanilla
tidak memiliki elemen kesegaran yang dibutuhkan untuk mengimbangi hawa panas. Sebaiknya, simpan parfum
vanilla
Anda untuk acara malam hari atau musim yang lebih dingin.
2. Oud
Oud
atau kayu gaharu terkenal dengan karakternya yang mewah, eksotis, tebal, dan bernuansa mistis. Di lingkungan yang dingin, parfum aroma
oud
akan tercium sangat berkelas dan elegan.
Namun, ketika digunakan di bawah terik matahari, sifat aromanya yang kaya, kering, dan
smoky
akan menguap dengan sangat agresif. Intensitas
oud
yang kuat akan mendominasi udara di sekitar Anda secara berlebihan, menciptakan kesan aroma yang terlalu berat dan pengap.
Untuk cuaca panas, aroma kayu yang lebih ringan seperti
cedarwood
atau
sandalwood
jauh lebih aman dibanding
oud
yang pekat.
3. Spicy oriental
Parfum dengan kandungan rempah kapulaga, cengkeh, kayu manis, atau lada hitam biasanya masuk dalam kategori
spicy oriental
. Aroma jenis ini dirancang untuk memberikan efek menghangatkan.
Jika Anda memakainya saat cuaca sedang panas-panasnya, efek hangat dari aroma
spicy oriental
justru akan menciptakan ilusi penciuman yang membuat Anda merasa semakin gerah.
Selain itu, perpaduan antara aroma rempah yang tajam dengan minyak alami tubuh saat berkeringat bisa menghasilkan aroma tubuh yang kurang sedap dan terlalu menusuk hidung.
4. Amber
Amber
adalah
scent note
yang sering digunakan sebagai fondasi parfum untuk memberikan efek tahan lama, hangat, dan manis yang sensual.
Sifat dasar
amber
adalah menangkap dan menahan aroma agar tidak mudah menguap. Di cuaca panas, lapisan
amber
yang tebal di kulit akan terasa seperti selimut aroma yang mengunci hawa panas tubuh.
Alih-alih memberikan kesegaran, parfum dengan dominasi
amber
yang kuat justru akan tercium seperti aroma yang mengendap dan berat. Sehingga, menghilangkan kesan bersih setelah Anda mandi.
Itulah 4 aroma parfum yang tidak cocok untuk cuaca panas. Saat cuaca sedang panas, alihkan pilihan Anda ke parfum dengan aroma
citrus
(jeruk, lemon, bergamot),
aquatic
(aroma segar air laut), atau
green notes
(aroma daun segar dan teh hijau).
Jenis aroma ini memiliki molekul yang ringan dan menguap dengan memberikan efek bauran udara yang sejuk, bersih, dan menyegarkan di kulit meskipun Anda sedang berkeringat.

More Stories
Bupati Bojonegoro Serap Aspirasi Warga Napis, Pemekaran Desa hingga Infrastruktur Jadi Sorotan
Medhayoh Edisi ke-10 , Bupati Bojonegoro Dialog Bersama Warga Napis
Kodim Bojonegoro Gembleng Apkowil: Pertajam Kemampuan Teritorial yang Unggul, Modern dan Humanis