31 Mei 2026

Struktur Pengurus Jatman 2025-2030, Wamenhan Ajak Jadi Mitra Strategis

Ragamnusantara.id, -Struktur kepengurusan Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik.

Pelantikan itu digelar di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo pada Senin (7/7/2025).

Momen pelantikan itu juga sekaligus dalam rangkaian pembuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Idarah Aliyyah JATMAN.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Nomor: 3504/PB.01/A.II.01.33/99/01/2025 oleh Ketua Tanfidziyah PBNU, KH Ahmad Fahrur Rozi.

SK tersebut menetapkan struktur kepengurusan JATMAN Pusat masa khidmat 2025–2030.

Kepemimpinan Idaroh Aliyyah JATMAN dipercayakan kepada KH Achmad Chalwani Nawawi, putra pendiri JATMAN, KH Nawawi.

Dalam sambutannya, KH Chalwani menyampaikan bahwa awalnya ia enggan menjadi pucuk pimpinan karena faktor usia.

“Saya minta doa restu, saya sebenarnya kemarin menjelang kongres sudah bilang tidak sanggup karena sudah tua. Maka waktu saya bilang, saya siap jadi orang (pengurus) Idarah Aliyyah tapi orang ke 4 atau ke 5, jangan orang pertama. Tapi 9 formatir menghendaki saya menjadi orang pertama,” kata KH Achmad Chalwani.

KH Chalwani juga menyampaikan bahwa dirinya merasa tidak memiliki kapasitas memimpin organisasi nasional.

Namun, ia bersyukur karena didampingi oleh KH Ali Masykur Musa sebagai Mudir ‘Ali yang akan membantunya menjalankan roda organisasi.

“Paling saya itu (tingkat) cabang atau MWC, ya untung Mudirnya Profesor (Prof Ali Masykur Musa),” ujarnya disambut gelak tawa para jemaah.


Struktur Pengurus JATMAN 2025–2030

SK yang ditetapkan pada 21 Rajab 1446 H / 21 Januari 2025 M ini berlaku selama lima tahun hingga 21 Januari 2030. Komposisi pengurus terbagi dalam tiga struktur besar:

1. Mustafadl

Rais: KH. Dzikron Abdullah

Katib: KH. Zuhrul Anam Hisyam

Anggota: KH. Muhammad Anwar Iskandar, KH. Masyhuri Malik, TGH Muhammad Turmudzi Badarudin, KH. Abuya Muhtadi Dimyati, dan lainnya.

2. Ifadliyah

Rais ‘Ali: KH. Achmad Chalwani Nawawi

Wakil Rais ‘Ali: KH. Ngadiyin Anwar

Diikuti para Rais dari berbagai wilayah serta Katib ‘Ali dan jajaran katib lainnya, seperti KH. M Zainal Arifin Ma’shum, KH. Nurul Huda, KH. Anwar Hidayat, Buya H. Riswandi Dt Siri Marajo, dan lain-lain.

3. Imdla’iyyah

Mudir ‘Ali: Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, SH., M.Si., M.Hum.

Wakil Mudir ‘Ali: Prof. Dr. KH. Mahmutarom SH., MH. dan KH. Musthofa Qutby Badri

Sekretaris Umum: KH. Dr. Ali M Abdillah, MA

Baca Juga :  Fraksi PKB Tolak Keras Penggantian Nama Masjid An Nahda

Aminus Sunduq ‘Ali: Dr. H. Basnang Said, MA

Dilanjutkan dengan jajaran sekretaris dan bendahara lainnya seperti KH. Mohammad Labib, Prof. H. Anwar Sanusi, Gus Adib Dzulkarnain, dan H. Sulistyo Biantoro.

Struktur lengkap dapat disimak di laman resmi NU Online, yang mencantumkan seluruh personalia JATMAN Pusat masa khidmat 2025–2030.


Wamenhan: Jatman mitra strategis pemerintah

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan mengajak Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara, terutama dalam aspek non-militer.

Ajakan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Idarah Aliyyah JATMAN Masa Khidmah 2025–2030 di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo, pada Senin (7/7/2025).

“JATMAN sebagai organisasi yang berakar kuat pada nilai-nilai spiritual dan keislaman serta cinta tanah air, dapat terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program strategis nasional, khususnya di bidang pertahanan non-militer,” kata Donny.

Menurut Donny, pertahanan negara tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer, tetapi juga harus didukung oleh kekuatan spiritual dan budaya bangsa.

Dalam konteks ini, JATMAN diharapkan dapat berperan aktif.

Ia menekankan bahwa dalam menghadapi tantangan global seperti penyebaran paham radikal, dekadensi moral, dan pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan Pancasila, pendekatan keagamaan dan pembinaan karakter sangat dibutuhkan.

Peran ulama, organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat dinilai sangat vital dalam menjaga ketahanan nasional secara menyeluruh.

“Kami percaya, JATMAN sebagai organisasi yang berakar kuat pada nilai-nilai spiritual dan cinta tanah air, bisa menjadi garda depan dalam menjaga moralitas publik dan ketahanan ideologi bangsa,” tegasnya.

Wamenhan juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah, dan organisasi masyarakat sebagai fondasi dalam membangun kesadaran bela negara.

Ia memberikan contoh program-program strategis pemerintah seperti swasembada pangan, makan bergizi gratis (MBG), dan pembangunan sekolah rakyat sebagai wujud nyata pertahanan non-militer yang memerlukan dukungan dari seluruh elemen bangsa.

Mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Donny menyatakan bahwa bela negara adalah tugas bersama.

“Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam upaya membela negara. Maka, kehadiran organisasi seperti JATMAN harus kita apresiasi sebagai mitra penting dalam menjaga keutuhan NKRI,” tandasnya.(red)