16 April 2026

Presiden Ijinkan Pengibaran Bendera One Piece

Ragamnusantara.id, Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, muncul fenomena unik di berbagai daerah: pengibaran bendera bertema anime One Piece. Aksi ini ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai beragam respons. Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai bentuk kreativitas, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan kelayakannya dalam konteks perayaan kenegaraan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak mempermasalahkan tren ini selama dilakukan dengan niat positif dan dalam konteks komunitas. Presiden, kata Prasetyo, memahami bahwa pengibaran bendera non-resmi tersebut merupakan bagian dari ekspresi budaya generasi muda.

“Selama itu merupakan bagian dari ekspresi komunitas dan kreativitas, tidak ada masalah,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Selasa (5/8/2025).

Meski demikian, Prasetyo menegaskan bahwa bendera Merah Putih tetap harus dihormati sebagai satu-satunya simbol resmi negara. Ia mengingatkan bahwa tidak boleh ada simbol lain yang disandingkan apalagi dipertentangkan dengan bendera nasional.

“Bendera Merah Putih adalah simbol sakral negara. Tidak pantas jika ada simbol lain yang diperlakukan seolah setara,” tegasnya.

Lebih lanjut, pemerintah tetap membuka ruang bagi kreativitas dan ekspresi budaya populer. Namun batas terhadap simbol negara, menurut Prasetyo, harus tetap dijaga demi menumbuhkan rasa hormat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Ia juga mewanti-wanti potensi penyalahgunaan tren ini oleh pihak-pihak tertentu yang mungkin memiliki agenda tidak sejalan dengan semangat kemerdekaan. “Yang menjadi masalah adalah jika ekspresi tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak tepat, terutama dalam momentum bulan Agustus yang sakral,” tambahnya.

Menurutnya, bulan Agustus memiliki makna historis yang penting bagi bangsa Indonesia, sebagai pengingat perjuangan para pahlawan yang merebut kemerdekaan dengan pengorbanan besar.

Baca Juga :  Disbudpar Bojonegoro Gelar Lomba Oklik

“Kita hidup dalam kemerdekaan karena perjuangan para pahlawan. Generasi sekarang punya tugas untuk menjaga dan menghormati warisan itu,” tandasnya.

Fenomena pengibaran bendera anime Jepang seperti One Piece mencerminkan besarnya pengaruh budaya pop global dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pemerintah, melalui Istana, memilih bersikap moderat: tidak melarang, tetapi menegaskan garis tegas antara kebebasan berekspresi dan penghormatan terhadap simbol negara.

Dengan sikap ini, pemerintah berharap masyarakat tetap merayakan kemerdekaan dengan semangat nasionalisme yang utuh, tanpa mengesampingkan nilai-nilai kebangsaan demi tren semata.(red/**)

Baca juga (disini)