16 April 2026

Momentum Sholat Idul Adha, Bupati Anna Sampaikan 17 Keberhasilan Program Prioritas

Bojonegoro – Idul Adha tahun 2023 ini menjadi momentum penting napaktilas sejarah pengembaraan spiritual yang berujung pada tauhid yang dijalankan oleh Nabi kita Ibrahim AS. Dalam dimensi qabul minallahu idul qurban mengajarkan kepada kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan jalan mengorbankan sebagian harta kita miliki sebagai bentuk pengabdian dan syariat Allah.

Selain itu, ibadah qurban juga memiliki dimensi sosial yang penting, yakni solidaritas sosial terhadap sesama umat manusia. Dengan berbagi kepada fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang kurang beruntung secara ekonomi, kita memperkuat ikatan sosial antarmanusia dan berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial. Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, menyampaikan hal ini saat shalat Idul Adha di Masjid Darussalam pada hari Kamis, 29 Juni 2023.

Selama masa kepemimpinan Bupati Anna sejak tahun 2018 hingga pertengahan 2023, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah berhasil mewujudkan 17 program prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang membuat Bojonegoro dikenal dengan julukan “Bojonegoro nglenyer”. Di sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga telah mendorong produktivitas petani melalui Program Petani Mandiri (PPM).

Selanjutnya, diterbitkannya Perda tentang Penyelenggaraan Pendidikan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendukung Madrasah Diniyyah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi sekolah SD-SLTA dan memberikan tambahan insentif kepada Guru Tidak Tetap (GTT). Pemerintah Kabupaten juga telah menaikkan insentif bagi RT dan RW sebesar 100% dari sebelumnya guna mendorong pelayanan kepada warga. Melalui program “Rantang Kasih Moe”, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga memberikan perhatian khusus kepada warga yang membutuhkan, khususnya dalam meningkatkan gizi para lansia di Kabupaten Bojonegoro.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga telah membangun ribuan rumah tidak layak huni (RTLH) melalui program ALADIN (perbaikan atap, lantai, dan dinding), sebagai upaya menciptakan kesetaraan dan kenyamanan bagi warga. Di sektor kesehatan, seluruh warga di Kabupaten Bojonegoro sudah tercover oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), sehingga mereka dapat mengakses pengobatan secara gratis. Keberhasilan ini menjadikan Bojonegoro sebagai satu-satunya kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang menerapkan Universal Health Coverage (UHC).

Baca Juga :  Bersama TNI-Polri, Warga Kecamatan Gondang Gotong Royong Bersihkan Lumpur Pasca Banjir Bandang

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada warga. Selain menaikkan insentif bagi RT dan RW, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada warga yang masih menghadapi kesulitan melalui program-program seperti “Rantang Kasih Moe” yang dimulai pada tahun 2020. Program Santunan Duka (Sanduk) juga menjadi prioritas pemerintah kabupaten dengan memberikan bantuan uang tunai kepada keluarga yang tidak mampu, bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Dalam upaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, pemerintah kabupaten memberikan berbagai program beasiswa di semua tingkatan pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Selain itu, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dilaksanakan untuk para kepala desa, BPD, perangkat desa, LKD, dan Pendamping Desa guna memperkuat SDM di tingkat lokal.

“Kami akan terus berkomitmen untuk bersama-sama dengan masyarakat dan seluruh komponen untuk mewujudkan kabupaten Bojonegoro yang lebih maju selaras dengan visi dan misi kami sejak tahun 2018″, yakni “Menjadikan Bojonegoeo sebagai sumber ekonomi kerakyatan dan sosial budaya lokal untuk terwujudnya masyarakat yang beriman, sejahtera dan berdaya saing”, sambutnya.

Setelah melaksanakan shalat Idul Adha, Bupati Anna menyerahkan seekor sapi qurban kepada Masjid Darussalam Bojonegoro. Sapi qurban diterima oleh Imam Besar masjid dan pengurus lainnya di depan gerbang halaman Masjid Darussalam Bojonegoro. (sr/rn)