Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengajak ibu-ibu PKK untuk selalu menerapkan pangan beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA). Salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayur dan buah. Bupati juga mengajak warga memanfaatkan media sosial (medsos) dalam mencari informasi yang benar untuk memperkaya wawasan terkait pangan.
“Namun, dalam mencari informasi di media sosial maupun media lainnya, perlu memastikan bahwa sumber informasi tersebut jelas,” tambahnya.
Bupati Anna lebih lanjut menjelaskan bahwa menerapkan pola konsumsi pangan B2SA tidak selalu harus membeli, tetapi dapat dimulai dari pekarangan rumah sendiri. Ia menyarankan agar masyarakat menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan di pekarangan, serta dapat mencoba beternak ayam, ikan/lele, dan hewan lainnya.
Selain itu, Bupati Anna juga menekankan bahwa sumber pangan pokok tidak terbatas pada nasi saja, melainkan dapat berasal dari pangan lokal lainnya, seperti jagung, canthel, sorgum, singkong, ubi jalar, uwi, gembili, kimpul, ganyong, sukun, dan lain sebagainya.
“Saya mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan pestisida, obat-obatan kimia, serta menghindari penggunaan merkuri dalam bentuk apapun demi menjaga kesehatan kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menekankan pentingnya asupan makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan dan produktivitas. Dia juga menyoroti perlunya pola konsumsi B2SA yang terkait dengan cara menyajikan makanan yang disediakan ibu di rumah.
“Dalam rangka menerapkan B2SA, kita perlu melakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu dalam menyajikan makanan yang beragam dan bergizi seimbang,” kata Helmy.
Pihak pemkab juga telah melaksanakan kegiatan pendampingan olahan pangan non-beras, seperti pengolahan dengan kacang hijau di Kecamatan Balen pada tahun 2022. Upaya ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi masalah stunting.
Helmy Elisabeth juga mengajak ibu-ibu PKK untuk selalu berinovasi dalam penyajian pangan yang bergizi seimbang dan aman, khususnya dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan sehari-hari. (sr/rn/lis)

More Stories
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni: Fenomena Janda Muda Tak Bisa Diabaikan
Pelari Terjatuh di Alun-Alun Kebumen, Diduga Tertabrak Mobil Mainan
Angin Kencang Robohkan Dapur Program MBG di Kedungadem, Bojonegoro