Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memanggil 49 calon menteri dan kepala lembaga negara untuk bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju. Para kandidat tersebut berkumpul di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta, pada Kamis (17/10/2024).
Dari total 49 calon, terdapat dua tokoh yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka adalah Pratikno, yang dicalonkan sebagai Menteri Sekretaris Negara, dan Hanif Faisol Nurofiq, Direktur Jenderal Planologi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Pratikno, yang lahir di Bojonegoro pada 13 Februari 1962, bukan nama asing di dunia pemerintahan. Sebelum dicalonkan kembali menjadi Menteri Sekretaris Negara, Pratikno memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2001-2004. Karier akademiknya terus menanjak ketika ia terpilih sebagai Dekan FISIP UGM (2008-2012), hingga akhirnya diangkat menjadi Rektor UGM ke-14.
Lulusan SMA di Bojonegoro ini menyelesaikan pendidikan sarjananya di Jurusan Ilmu Pemerintahan UGM pada tahun 1985. Ia kemudian melanjutkan studi ke Birmingham University, Inggris, dan meraih gelar Master di bidang Development Administration pada tahun 1990. Gelar doktor diperolehnya dari Flinders University, Australia, pada 1997 di bidang Political Science, dan ia diangkat sebagai Profesor di UGM pada 2008.
Selain Pratikno, Hanif Faisol Nurofiq juga menjadi salah satu calon menteri yang berasal dari Bojonegoro. Lahir pada 21 Maret 1971, Faisol saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Planologi KLHK. Selain itu, pria yang akrab disapa Faisol ini pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan.
Kehadiran dua putra daerah dalam Kabinet Prabowo Subianto disambut dengan kebanggaan oleh warga Bojonegoro. Banyak yang berharap, mereka dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
“Semoga Pak Pratikno dan Pak Faisol bisa menjaga amanah dan membawa kebanggaan bagi warga Bojonegoro,” ujar Supardi, seorang warga Kecamatan Bojonegoro.
Ia juga berharap kedua calon menteri ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Bojonegoro untuk terus belajar dan berjuang meraih cita-cita.
“Walaupun berasal dari kampung, mereka membuktikan bahwa semangat dan kerja keras bisa membawa kesuksesan,” pungkas Supardi.(red)

More Stories
Wakil Ketua DPRD Jatim Tampung Keluhan Infrastruktur dan Insentif Guru TPA di Kalitidu
Sri Wahyuni Komitmen Perjuangkan Peningkatan Jalan Usaha Tani di Bojonegoro
Polisi dan Instansi Terkait Pastikan Stabilitas Harga Bapok di Bojonegoro