Surabaya, – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro memanfaatkan ajang Batik Fashion Fair (BFF) 2024 untuk memperluas pasar ekonomi kreatif lokal. Pameran bergengsi ini berlangsung di Grand City Mall Surabaya selama lima hari, dari Rabu (13/11/2024) hingga Minggu (17/11/2024), dengan diikuti 122 peserta dan stand pameran.
Bojonegoro menghadirkan berbagai produk unggulan, mulai dari fashion, kuliner, hingga kerajinan tangan. Kepala Disbudpar Bojonegoro, Budiyanto, menegaskan bahwa keikutsertaan di BFF 2024 bertujuan memperkenalkan produk lokal kepada khalayak lebih luas.
“Melalui pameran ini, kami berharap pasar perajin Bojonegoro, baik batik, painting, maupun kerajinan lainnya, dapat semakin berkembang,” ungkapnya pada Jumat (15/11/2024).

Menurut Budiyanto, motif khas seperti Jati dan Kayangan Api menjadi ciri utama batik Bojonegoro yang tetap dilestarikan hingga kini. Ia juga menambahkan, melalui pameran ini, perajin lokal dapat berinteraksi langsung dengan pelaku usaha dari daerah lain.
“Selain mempromosikan, ajang ini membuka peluang diskusi untuk mengembangkan inovasi,” tambahnya.
Dalam pameran tersebut, Bojonegoro memanfaatkan teknologi dengan mengintegrasikan katalog produk berbasis digital.
“Barang yang kami bawa hanya sebagian kecil. Informasi lengkapnya dapat diakses melalui barcode,” jelas Budiyanto.
Salah satu perajin yang turut serta adalah Freditia Musthafa, pemilik brand “Raga Jati.” Ia memamerkan berbagai produk berbahan kayu jati, termasuk kitchenware yang aman untuk makanan (food grade).
“Kami menggunakan finishing berbahan alami, seperti lilin lebah, untuk produk food grade,” ujar Freditia.
Produk kitchenware buatannya telah diminati pasar internasional, dengan pesanan datang dari Jepang, Korea, dan India. Freditia juga menyoroti keunikan produk kayu jati, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan pengalaman unik bagi pengguna.
“Banyak pelanggan menyukai sensasi berbeda ketika menggunakan alat makan berbahan kayu, terutama di kafe dan restoran,” tambahnya.
BFF 2024 menjadi momen penting bagi Bojonegoro untuk memperluas jaringan pasar, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga mancanegara. Pameran ini merupakan hasil kerja sama antara PT Debindo Mitra Tama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Dekranasda se-Jawa Timur, yang terus mendorong pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk berinovasi dan berdaya saing global.(sr/rn)

More Stories
Bupati Dianugerahi Pembina Terbaik, BUMD Bojonegoro Raih Dua Penghargaan TOP BUMD 2026
Kapolres Bojonegoro Apresiasi Bocah Jenius dengan Hadiah Laptop
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Apresiasi Aksi Guru Lari ke Sekolah sebagai Edukasi Hemat Energi