23 Mei 2026

HIPMI Bojonegoro adakan Ngobrol Bisnis

Bojonegoro – Sabtu (31/8) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Bojonegoro, adakan Ngobrol Bisnis, kegiatan diskusi membahas bisnis di bulan Agustus ini, dihadiri oleh para pengusaha profesional, Ahmad Salim Assegaf, Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur hadir langsung memberikan paparan tentang bisnis kedepan, dan mengapa penting untuk ber-HIPMI.

Kegiatan yang dilakukan di Kokobo Dander Forest, dengan nuansa kayu dan dibawah pepohonan jati, dengan khasnya Bojonegoro. Kegiatan rutin ini guna untuk memberikan ruang bagi setiap anggota, bertukar pendapat, berbagi ide bisnis, atau bahkan sharing project bersama.

Ahmad Salim Assegaf, yang hari ini merupakan Calon Tunggal Ketua BPD HIPMI Jawa Timur, ia bersama tim ASA dengan segan menyampaikan bahwa pentingnya bisa bertemu anggota HIPMI di setiap kabupaten, bisa bersalaman, atau bahkan secara langsung bisa melihat dan mendengar aktivitas bisnis yang dijalankan masing-masing kabupaten.

Muhammad Sholikhuddin Zuhdi, Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Bojonegoro menyambut dengan hangat, bahkan ia juga menyatakan dukungan secara resmi beberapa pekan lalu, ia mengaku bahwa Ahmad Salim Assegaf, atau ASA mampu membawa HIPMI Jawa Timur lebih berkembang, melihat potensi dan keadaan uang ada. “Tentu melalui melalui kolaborasi yang baik, perkembangan bisnis yang dikembangkan oleh masing-masing anggota memiliki dampak yang baik”.

Pengusaha Muda yang akan menjadi Nahkoda HIPMI Jawa Timur ini menyampaikan “Bussines Matching Fardhu Ain hukumnya, melihat potensi HIPMI di Jawa Timur, dengan besarnya eksistensi, dan akses-akses besar yang dimiliki pasti, kita luarbiasa punya HIPMI”.
ia juga menambahkan bahwa akan banyak program coaching di wilayah perguruan tinggi, melalui HIPMI PT, karena anak-anak muda memiliki potensi besar, untuk menjadi pengusaha.

Baca Juga :  Ribuan Warga Bojonegoro Antusias Ikuti Senam Kemerdekaan di Alun-alun

Pada jagong bisnis ini, juga terdapat pembahasan yang menarik bahwa Bojonegoro memiliki potensi SDA dan SDM yang tinggi, maka hal ini perlu kita siapkan generasi-generasi pemuda yang setelah lulus kuliah, tidak berfikir untuk bekerja, namun menjadi pengusaha.(red)