23 Mei 2026

Kuburan Paus Purba Terbesar di Gurun Mesir Terbongkar


Ragamnusantara.id, –
Siapa sangka, paus yang kini hidup sepenuhnya di lautan ternyata dulunya adalah hewan darat.

Bagaimana mereka bisa beralih dari daratan menuju kehidupan akuatik sempat menjadi misteri besar, hingga para ilmuwan menemukan jawabannya di Wadi al-Hitan, Mesir.

Tempat yang dijuluki Whale Valley atau Lembah Paus itu berada di Gurun Barat Mesir.

Menurut laporan IFL Science, Selasa (26/8/2025), di sana setidaknya tedapat lebih dari 400 kerangka paus purba tersimpan dengan baik.

Sebagian besar fosil berusia sekitar 40 juta tahun, pada masa ketika wilayah yang kini kering kerontang itu masih terendam Laut Tethys.

Fosil-fosil tersebut memperlihatkan fase penting dalam sejarah paus, yakni masa archaeocetes, nenek moyang paus modern yang menjadi penghubung antara kehidupan di darat dan di laut.

Karena nilai ilmiahnya yang luar biasa, UNESCO menetapkan Wadi al-Hitan sebagai Situs Warisan Dunia pada 2005.

Peralihan paus purba dari darat ke laut

Kerangka yang ditemukan menunjukkan perubahan bentuk tubuh yang semakin ramping seperti paus modern, namun masih mempertahankan ciri-ciri primitif di tengkorak dan gigi.

Bahkan, sebagian spesies masih memiliki kaki belakang meski ukurannya kecil dan tidak berfungsi penuh.

Salah satu contoh paling terkenal adalah Basilosaurus isis, predator laut sepanjang 16 meter dengan rahang kuat.

Meski namanya berakhiran “saurus” hewan ini bukan reptil, melainkan paus purba.

Kesalahpahaman itu muncul ketika fosilnya pertama kali ditemukan pada abad ke-19, karena tulang belakangnya dianggap mirip reptil laut zaman Mesozoikum.

Basilosaurus sudah sepenuhnya akuatik, namun menyisakan kaki belakang mungil yang panjangnya kurang dari setengah meter.

Anggota tubuh kecil itu terlalu lemah untuk membantu berenang, apalagi berjalan di darat.

Baca Juga :  Emas Antam Anjlok, Emas UBS dan Galeri 24 Kompak Naik di Cirebon dan Indramayu

Meski begitu, para ilmuwan menduga kaki tersebut masih memiliki fungsi khusus.

Dokumen UNESCO menyebut, kemungkinan kecil anggota tubuh itu digunakan saat perkawinan di dalam air.

Sebuah sisa evolusi yang menarik, bahwa tidak lagi berguna untuk bertahan hidup, tetapi mungkin penting untuk kelangsungan spesies.

Jejak evolusi paus purba di Whale Valley

Dilansir dari Live Science , Jumat (4/7/2025), paus modern memang sudah tidak memiliki tungkai belakang, tetapi masih menyimpan tulang panggul sebagai jejak sejarah bahwa nenek moyang mereka pernah memilikinya.

Karena itulah, fosil yang ditemukan di Whale Valley dianggap sebagai beberapa archaeocetes tertua, mamalia purba dari era Eosen yang kemudian berevolusi menjadi paus dan lumba-lumba masa kini.

Pada 2005, para ahli paleontologi berhasil menemukan kerangka Basilosaurus isis yang hampir lengkap dan terawetkan dengan baik.

Penemuan penting inilah yang mendorong UNESCO menetapkan Whale Valley sebagai Situs Warisan Dunia.

Sejak itu, berbagai fosil lain ikut terungkap, mulai dari kura-kura purba, ikan bertulang, hiu, pari, buaya, hingga sapi laut.

Fosil-fosil tersebut tetap terjaga berkat iklim kering yang menyelimuti kawasan itu sejak era Pliosen, sekitar 5,3 hingga 2,6 juta tahun lalu.

Kini, Whale Valley berfungsi sebagai museum terbuka. Pengunjung dapat melihat langsung sisa-sisa makhluk laut purba di tengah gurun, lengkap dengan pusat informasi yang memudahkan wisatawan.

Meski begitu, kawasan ini dijaga ketat karena para peneliti masih terus melakukan ekskavasi dan mempelajari geologi unik di sekitarnya.(*)