17 Juni 2026

Lapas Bojonegoro Latihan Nembak Bersama Brimob, Fokus Kenali Senjata Yang Dimiliki

Bojonegoro(Ragamnusantara.id) – Pegawai di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dihadapkan pada beragam risiko yang mungkin terjadi, beberapa di antaranya tak terduga. Oleh karena itu, mereka diharapkan memiliki keterampilan yang beragam untuk menghadapi situasi tersebut. Keterampilan yang diperlukan mencakup kemampuan mengendalikan diri dan menggunakan senjata api agar dapat mengatasi tindakan yang tidak diinginkan.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, petugas Lapas Kelas IIA Bojonegoro melaksanakan pelatihan menembak di Lapangan Tembak Naga Hitam, Yon 3 Brimob Bojonegoro pada Rabu (21/06).

Kegiatan ini diikuti oleh sebagian petugas Lapas, termasuk petugas pengamanan dan staf kantor. Rencananya, pelatihan ini akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh petugas Lapas mengikutinya. Hal ini dilakukan sebagai tindakan antisipatif agar Lapas tidak kosong pengawasan.

Pelatihan dimulai dengan pengarahan dan praktik singkat oleh beberapa instruktur dari Yon 3 Brimob Bojonegoro yang dipimpin oleh Komandan Kompi AKP Irwan Reprijanto, S.Sos. Instruktur tersebut memberikan arahan kepada para peserta pelatihan agar mempersiapkan mental, menerapkan teknik yang diajarkan, dan tetap tenang saat mengarahkan bidikan ke sasaran. Mereka juga mengingatkan tentang pengaruh angin dan cuaca serta pentingnya fokus dan kedisiplinan dalam menjalankan teknik.

Tujuan utama dari pelatihan menembak ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas Lapas Bojonegoro dalam menggunakan senjata api yang ada di Lapas. Instruktur dari satuan Brimob turut membantu dalam pelatihan ini. Dengan demikian, petugas Lapas dapat lebih mengenal dan memahami senjata yang mereka gunakan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Rony Kurnia, yang memimpin pelatihan ini, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Brimob yang telah memberikan kesempatan bagi petugas Lapas untuk berlatih bersama. Rony menegaskan bahwa meskipun telah mendapatkan pelatihan menembak, petugas Lapas Bojonegoro tetap tidak akan sembarangan menggunakan senjata api tersebut. Tujuan pelatihan ini adalah membentuk mental petugas agar dapat menghadapi situasi genting dengan tenang.

Baca Juga :  Bupati Setyo Wahono Ajak ASN dan Aparatur Desa berkolaborasi Atasi Kemiskinan

Rony juga menekankan bahwa di Lapas tidak semua petugas menggunakan senjata api. Senjata api hanya digunakan di tempat-tempat strategis seperti pos pengamanan. Dalam penanganan narapidana yang berperilaku anarkis di dalam Lapas, senjata api digunakan sesuai prosedur. Rony menjelaskan bahwa senjata api digunakan untuk melumpuhkan, bukan untuk membunuh.

Latihan menembak yang diikuti oleh seluruh petugas Lapas Bojonegoro dan jajaran Brimob berlangsung dengan antusias. Para pegawai menyambut baik kegiatan ini dan merasa bahwa pelatihan menembak sangat bermanfaat dalam pelaksanaan tugas mereka. Mereka juga mengungkapkan kebahagiaan dapat berpartisipasi langsung dalam pelatihan menembak tersebut.