Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BIMA PR) menggelar Konsultasi Publik 1 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Perkotaan Padangan dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RDTR Perkotaan Padangan. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Angling Dharma Pemkab, Rabu (6/9/2023).
Retno Wulandari, Kepala Dinas PU BIMA PR Kabupaten Bojonegoro, mengatakan bahwa Konsultasi Publik ini bertujuan untuk mendapatkan masukan, tanggapan dan pandangan yang luas terkait penyusunan RDTR Padangan yang mencakup 3 Kecamatan. Yaitu Kecamatan Padangan, Purwosari dan Kasiman.
“Kami melibatkan para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam RDTR ini untuk membahas isu-isu strategis, pembangunan yang berkelanjutan, dan pelaksanaan yang partisipatif, agar kebijakan rencana program yang kami buat mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan,” ujarnya.
Dalam acara ini, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah memberikan arahan bahwa RDTR merupakan turunan dari Perda RTRW yang sudah dikeluarkan tahun 2021, di mana Bojonegoro harus dibagi beberapa klaster.
“Kalau melihat contoh pasti negara-negara maju yang kita jadikan contoh. Jika lokasi pertanian, pertanian semua. Begitu juga dengan lokasi perdagangan dan pemukiman,” katanya.
Selanjutnya, Bupati Anna mengingatkan agar semuanya dimulai dari regulasi dan akan dilaksanakan di lapangan. Ini adalah amanah dari Perda RTRW, dan masyarakat boleh mengajukan apa saja yang perlu dilakukan di lapangan.
“Lingkungan di perkotaan saya rasa sudah hampir berjalan semua, itu perlu proses pendampingan agar semakin baik,” pungkasnya.
Acara ini juga diikuti oleh perwakilan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jatim, Perwakilan PU BIMA PR Blora, Kepala OPD, Camat Padangan, Camat Purwosari dan Camat Kasiman, kades yang termasuk dalam wilayah perencanaan, perwakilan kampus, BUMD, PT Pertamina EP Cepu, SKK Migas, PTKAI.

More Stories
Bupati Dianugerahi Pembina Terbaik, BUMD Bojonegoro Raih Dua Penghargaan TOP BUMD 2026
Koordinasi dan Diskusi Terkait Berbagai Permasalahan di Desa Bersama Sri Wahyuni
Bupati Bojonegoro Tekankan Percepatan Penurunan Kasus Stunting Harus Berbasis Data