16 April 2026

Peternak Sapi Bojonegoro Sambut Gembira Pameran Pedet

Ragamnusantara – Dengan riuh rendah suara, lapangan Desa Jono Kecamatan Temayang menjadi saksi agenda besar pada Senin (28/8/2023). Suara riuh ribuan sapi menyertai perhelatan pameran bibit/pedet sapi, yang dipadukan dengan aksi peduli lingkungan di acara “tolak balak rojokoyo”. Antusiasme para peternak Bojonegoro yang mengambil bagian dalam acara ini begitu terasa, mereka merasa senang karena bisa mengungkapkan potensi luar biasa dari sapi peranakan ongole (PO).

Salah seorang peternak unggulan dari Dolokgede Kecamatan Tambakrejo, Muhammad Ali, mengungkapkan kegembiraannya. Ia mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama sapi PO dari peternakannya turut serta dalam sebuah pameran. Dengan harapan besar, Ali berharap pameran yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ini akan membantu masyarakat lebih memahami keunggulan sapi PO, dan pada gilirannya, beralih ke beternak sapi PO. Ia menegaskan bahwa beternak sapi PO sangat menguntungkan, mengingat kemampuan sapi ini untuk melahirkan setiap tahun.

“Semoga dengan pameran ini, harga sapi PO akan melonjak, dan masyarakat akan semakin tertarik beralih pada sapi PO. Keunggulan beternak sapi PO terletak pada kelahirannya yang teratur setiap tahun, serta daya tahan yang lebih kuat dibandingkan dengan sapi merah. Meskipun harganya lebih terjangkau daripada sapi merah, namun sapi PO tetap mampu melahirkan setiap tahun, sementara sapi merah hanya melahirkan setiap dua tahun,” paparnya dengan antusias.

Dalam penyelenggaraan pameran bibit/pedet sapi ini, Disnakkan Bojonegoro memiliki peran penting. Bupati Anna Mu’awanah hadir dengan penuh semangat dalam pameran tersebut. Tidak hanya Bupati, tokoh-tokoh penting lainnya seperti Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Temayang, Kepala Desa dari Kecamatan Temayang, serta para ahli peternakan, petugas inseminasi buatan, petugas medis hewan, peternak, dan pelaku usaha peternakan turut meramaikan acara tersebut.

Baca Juga :  Expo Bojonegoro 2023 Ramai Pengunjung, Minati Produk Unggulan UMKM

Kepala Disnakkan Bojonegoro, Catur Rahayu, menjelaskan bahwa lebih dari 150 sapi unggulan Bojonegoro dipersembahkan dalam pameran tersebut. Namun, acara ini tidak sekadar pameran semata, melainkan juga menjadi kesempatan bagi para peternak untuk bertransaksi jual beli hewan ternak.

“Harapannya, acara ini akan menjadi platform promosi, di mana Bojonegoro menyumbangkan bibit unggul untuk meningkatkan daya saing dan menyokong kebutuhan nasional akan daging,” tambahnya.

Tak hanya itu, drh. Indra, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dander, juga turut berbicara. Ia mengungkapkan bahwa acara ini memperkenalkan betina bibit wagyu 50%, hasil dari persilangan antara inseminasi buatan antara pejantan wagyu dengan betina lokal. Rencananya, betina ini akan dikawinkan kembali dengan pejantan wagyu melalui inseminasi buatan, dengan harapan mendekati kualitas wagyu murni.

“Kelebihan dari sapi jenis wagyu adalah selain dagingnya yang lembut, tingkat kejinakannya juga lebih tinggi dibandingkan dengan sapi lokal. Meskipun Bojonegoro memiliki banyak sapi wagyu F1, namun lokasinya cukup jauh. Oleh karena itu, kami membawa yang terdekat untuk dipamerkan di sini,” paparnya.

Acara berakhir dengan Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, bersama suaminya, Ali Dupa, berkeliling untuk melihat dengan seksama sapi bibit/pedet. Bupati Anna dengan seksama memeriksa setiap individu sapi yang dipamerkan, mulai dari sapi PO, sapi persilangan, sapi Belgian Blue, hingga Wagyu. Selain pameran bibit/pedet sapi, acara ini juga memamerkan hasil olahan dari sektor peternakan dan perikanan. (sr/rn)