23 Mei 2026

Sangat Inspiratif, Wahyuni Menabung Sampah Plastik untuk Dijadikan Kursi Ecobrick

Ragamnusantara.id – Menabung tidak hanya sebatas mengumpulkan uang. Wahyuni, yang berusia 61 tahun, dengan tekun mengumpulkan sampah untuk menabung. Hasilnya, ia berhasil menciptakan kursi sofa yang dikenal dengan sebutan ecobrick.

Dengan tekad yang kuat dan kesadaran terhadap sampah di sekitarnya, Wahyuni memanfaatkan berbagai jenis plastik, mulai dari kresek hingga kantong beras.

Wahyuni, yang tinggal di Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro, memperlihatkan berbagai bahan yang digunakan dalam pembuatan kursi sofa. Dia mengumpulkan berbagai jenis sampah plastik, botol plastik berukuran satu liter, tali rafia, serta berbagai jenis kain sebagai penutupnya.

Cara pembuatannya cukup sederhana. Wahyuni mengumpulkan berbagai sampah plastik yang ada. Jika kotor, ia mencuci sampah tersebut hingga bersih dan mengeringkannya di bawah sinar matahari. Untuk sampah plastik yang berukuran besar, seperti kantong beras berukuran lima kilogram, Wahyuni memotongnya menjadi bagian yang lebih kecil. Kemudian, sampah plastik dimasukkan ke dalam botol berukuran satu liter.

“Kunci utamanya adalah memastikan bahwa sampah plastik dalam keadaan kering dan bersih. Bukan hanya kresek, semua jenis sampah plastik bisa digunakan,” jelas Wahyuni.

Dia menjelaskan bahwa satu botol plastik berukuran satu liter memerlukan banyak sampah plastik. Baginya, yang penting adalah memastikan botol tersebut terisi penuh dengan sampah plastik yang padat, tanpa memperhitungkan secara spesifik jumlah sampah yang digunakan.

“Untuk memadatkan plastik di dalam botol, saya menggunakan tongkat kayu sebagai alat bantu. Saya melakukannya sambil menonton televisi atau di waktu luang. Awalnya, saya hanya menyimpan sampah plastik begitu saja, namun setelah terkumpul banyak, saya mulai memikirkan bagaimana merangkainya menjadi tempat duduk,” ungkapnya.

Wahyuni menambahkan bahwa selama ia mempraktikkan proses pemadatan sampah plastik ke dalam botol berukuran satu liter, ia menyadari bahwa satu kursi ecobrick membutuhkan 19 botol plastik. Yang membutuhkan waktu lama dalam pembuatannya adalah proses pengumpulan sampah plastik itu sendiri. “Saya membeli botol plastik berukuran satu liter dengan harga Rp500,” tambahnya.

Baca Juga :  Viral, Larangan Mengenakan Sandal Jepit Saat Berkendara Motor

Dia juga menyebutkan bahwa keluarganya turut serta dalam pembuatan kursi ecobrick. Terutama dalam proses merangkai botol plastik menjadi satu kesatuan, yang membutuhkan tenaga laki-laki. Setiap kursi ecobrick dijual dengan harga Rp500 ribu.

Setelah proses perangkaian 19 botol plastik selesai, langkah selanjutnya adalah menambahkan busa dan membungkus kursi dengan kain. Kain yang digunakan bisa berupa kain perca atau kain khusus yang berkualitas baik. (sr/rn/lis)