31 Agustus 2026

Sri Wahyuni: Aklamasi Emil Dardak Bukti Soliditas Demokrat Jatim

Ragamnusantara.id, Surabaya – Emil Elestianto Dardak kembali dipercaya memimpin Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII di Surabaya, Sabtu (29/8/2026). Kemenangan mutlak ini diperoleh setelah 40 pemegang hak suara sepakat menetapkannya sebagai calon tunggal.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur yang juga kader Demokrat, Sri Wahyuni, menilai hasil aklamasi tersebut mencerminkan soliditas internal partai.

“Terpilihnya Mas Emil secara aklamasi menunjukkan bahwa Demokrat Jawa Timur solid dan memberikan kepercayaan penuh kepada beliau. Ini bukan sekadar soal terpilih kembali, tetapi bagaimana mandat tersebut diterjemahkan menjadi kekuatan organisasi dan kekuatan politik untuk menghadapi agenda-agenda ke depan, terutama Pemilu 2029,” ujar Sri Wahyuni, Minggu (30/8).

Politisi asal Dapil Bojonegoro-Tuban itu menambahkan, mandat yang diterima Emil harus diarahkan untuk memperkuat konsolidasi kader dan memperluas basis dukungan partai.

“Kami meyakini kepemimpinan Mas Emil mampu semakin memperkuat konsolidasi kader, memperluas basis dukungan, dan menjadikan Demokrat sebagai kekuatan politik yang semakin diperhitungkan di Jawa Timur,” tegasnya.

Usai terpilih, Emil menyampaikan bahwa hasil Musda telah dikirimkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk diproses sesuai mekanisme organisasi. “Hari ini hasil Musda sudah langsung dikirim ke DPP. Ketua Umum sendiri dalam perjalanan menuju tanah air,” kata Emil.

Selanjutnya, Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP akan menetapkan tujuh formatur yang bertugas menyusun kepengurusan baru. Emil, yang akan menjabat sebagai ketua formatur, memastikan struktur kepengurusan akan mengutamakan kolaborasi lintas generasi dan memberi ruang bagi kader muda.

“Tidak akan pernah ada kata terlalu muda untuk seorang kader mendapat tempat strategis di Partai Demokrat,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Wahono Hadirkan Drone Penyemprot Gratis untuk Bantu Petani Bojonegoro

Emil juga mulai memasang target politik jangka panjang. Ia menginginkan Demokrat Jatim mampu mengirimkan wakil dari seluruh daerah pemilihan ke DPR RI, sekaligus meminta anggota legislatif petahana di tingkat provinsi membuktikan kinerja melalui hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan tidak ada campur tangan pengurus pusat dalam penentuan Ketua DPD Demokrat Jatim.

“Hanya ada Mas Emil yang diusung oleh para pemilik suara. Pemilik suara adalah para Ketua DPC, kemudian gabungan organisasi sayap partai,” jelas Herman.

Ia menambahkan bahwa DPP memberi ruang demokrasi seluas-luasnya kepada pengurus daerah.

“Sampai hari ini pelaksanaan musyawarah kami tidak menggunakan diskresinya ketua umum. Kami memberikan ruang yang cukup lebar untuk berdemokrasi di tingkat daerah,” katanya.

Dengan terpilihnya Emil secara aklamasi, Demokrat Jatim kini memasuki fase konsolidasi internal sebagai langkah awal sebelum mesin partai diarahkan menghadapi kontestasi politik mendatang.(red)