17 April 2026

Polres Bojonegoro Gelar Kajian Bahaya Radikalisme dan Terorisme di Ponpes Ibnu Abbas

Bojonegoro – Polres Bojonegoro, melalui Satuan Intelkam, menggelar kajian mengenai bahaya radikalisme, terorisme, dan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Abbas, Desa Sembung, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (26/10/2024) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme di kalangan generasi muda.

Kajian ini dihadiri oleh Kepala Satuan Intelkam Polres Bojonegoro, Iptu I Putu Suryawan Astawa, yang menjadi narasumber utama. Turut hadir pula Bhabinkamtibmas Desa Sembung, Ustadz Algifari, Pengurus Pusat Komunitas Masyarakat Cinta Polri (Komascipol), serta ustadz Nouval Baswedan. Para santri Ponpes Ibnu Abbas juga terlibat aktif dalam acara tersebut.

Dalam materinya, Iptu I Putu Suryawan Astawa menyampaikan bahwa pemahaman radikalisme, terorisme, dan intoleransi dapat mengganggu stabilitas sosial. Ia mengingatkan para santri sebagai generasi muda untuk turut serta dalam menjaga kedamaian dan keamanan lingkungan.

“Santri memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan yang aman dan damai. Kesadaran akan bahaya paham radikal dan intoleransi perlu ditingkatkan,” ujar Iptu Suryawan.

Selain itu, Kasat Intelkam mengimbau agar para santri bijak dalam menggunakan media sosial, mengingat platform ini sering digunakan untuk menyebarkan provokasi radikal. Ia menekankan pentingnya penyebaran informasi positif dan edukatif di media sosial.

“Media sosial adalah alat yang kuat. Gunakan dengan bijak untuk menyebarkan informasi yang positif,” tambahnya.

Di penghujung acara, Iptu Suryawan berharap agar kajian ini dapat membekali para santri dengan pemahaman yang tepat tentang bahaya radikalisme, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai toleransi dan moderasi di lingkungannya.

Ustadz Algifari, mewakili Komunitas Masyarakat Cinta Polri, turut mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Polres Bojonegoro. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting bagi para santri dalam memahami isu-isu yang dapat mengancam persatuan bangsa. “Pendidikan seperti ini penting untuk mencegah munculnya paham-paham yang berpotensi memecah belah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Ikuti FMDP 2023, Menjawab Tantangan Disrupsi Lewat Inovasi dan Kolaborasi

Melalui kajian ini, Polres Bojonegoro berharap dapat membangun sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan untuk mendorong kesadaran generasi muda akan bahaya radikalisme. Kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi santri untuk memperkuat toleransi dan saling menghargai dalam interaksi di masyarakat.(sr/rn)