10 Juni 2026

Program BKKD Pemkab Bojonegoro Dorong Perekonomian Warga Duyungan, Mobilitas Kian Lancar

Ragamnusantara.id, Bojonegoro – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mempercepat pemerataan infrastruktur hingga tingkat desa kian dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat pedesaan. Salah satu dampak positif tersebut terlihat jelas di Dusun Kalipan, Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.

Melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Desa Duyungan sukses menuntaskan pengerjaan infrastruktur berupa pembangunan jalan aspal baru. Berdasarkan data transparansi di lapangan, proyek jalan dengan volume 222 x 3 meter ini menyerap anggaran sebesar Rp 382.595.136, yang bersumber langsung dari dana BKKD.

Sebelum adanya program pengaspalan ini, mobilitas warga di Dusun Kalipan sempat terkendala oleh kondisi akses jalan lingkungan yang kurang memadai, terutama saat musim penghujan tiba. Kini, keberadaan jalan aspal yang mulus mengubah wajah infrastruktur desa menjadi jauh lebih representatif. (10/6/2026)

Sutrisno, warga sekitar mengaku sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya realisasi proyek ini. Pengaspalan jalan poros Dusun Kalipan Rt06/Rw05 tersebut menjadi menunjang aktivitas harian, mulai dari mempermudah anak-anak pergi ke sekolah hingga memperlancar distribusi hasil panen pertanian.

“Sangat bersyukur, sekarang jalanan sudah mulus. Aktivitas sehari-hari jadi jauh lebih mudah, mulai dari anak-anak pergi ke sekolah hingga memperlancar distribusi hasil panen,” ujar Sutrisno

Kepala Desa Duyungan H. Moh.Solikin menyampaikan bahwa, selain memberikan dampak kenyamanan jangka panjang bagi mobilitas warga, proses pelaksanaan proyek aspal jalan ini juga memberikan stimulus ekonomi instan di tingkat bawah. Pembangunan yang dikerjakan secara swakelola ini berhasil menyerap tenaga kerja lokal lewat alokasi sebanyak 128 Hari Orang Kerja (HOK). Hal ini membuka lapangan pekerjaan sementara bagi warga desa di sela-sela kesibukan bertani.

“Kami ingin anggaran ini kembali ke masyarakat. Melalui sistem swakelola dan penyerapan 128 HOK, warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan di sela-sela waktu produktif mereka sebagai petani,” jelas H. Moh. Solikin.

Baca Juga :  Upacara Hari Kesadaran Nasional di Tuban, Kapolres: Kehadiran Kita Harus Jadi Solusi bagi Masyarakat

Melalui sinergi yang transparan antara pemerintah desa, kecamatan, hingga pengawasan dari tim teknis kabupaten, pengerjaan fisik aspal di Desa Duyungan dipastikan berjalan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditentukan. Infrastruktur jalan baru ini diharapkan menjadi modal penting bagi peningkatan kualitas hidup dan kemajuan ekonomi masyarakat Desa Duyungan secara berkelanjutan.(red)