20 April 2026

Petani Bojonegoro Sumringah Dengan Langkah Bupati Anna

Bojonegoro – Petani Kabupaten Bojonegoro mengapresiasi fasilitasi pemerintah agar bisa menjual gabah langsung ke Bulog. Ke depan, harapannya melalui distribusi ke Bulog, bisa memutus mata rantai penjualan hasil pertanian. 

Sutikno, salah satu anggota Kelompok Tani (poktan) dari Kecamatan Ngraho mengaku senang bisa berkunjung ke Bulog bersama Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah pada Selasa (8/8/2023). Di sana, ia dan beberapa petani lainnya bisa melihat sendiri Modern Rice Milling Plant (MRMP) milik Bulog yang berada di Desa Kunci, Kecamatan Dander.

“Ini bagus sekali fasilitas dari pemerintah. Kami baru pertama kali datang ke sini. Biasanya kami jual ke tengkulak. Tapi tengkulak itu suka jual lagi ke kota lain. Mudah-mudahan nanti bisa jual gabah langsung ke Bulog,” ujarnya.

Sutikno berkeinginan, kerjasama ini bisa berlangsung mulus antara petani, BUM Desa, dan Bulog.

Acara yang dihadiri oleh Bupati dan para petani ini adalah Rapat Koordinasi Fasilitasi Peluang Kerjasama Penyerapan Gabah/Beras antara Kelompok Tani/Gabungan Kelompok Tani dengan Bulog. Hadir juga dalam acara ini Pimpinan Cabang Bulog Sub Divre III Bojonegoro, Camat Dander, Kades Kunci, PPL, serta 26 poktan dan gapoktan.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam pidatonya mengingatkan petani untuk meningkatkan mutu hasil panen mereka. Bupati sengaja mengajak langsung Poktan/Gapoktan ke Bulog agar nantinya petani bisa berjualan gabah sendiri (direct selling). Sebab, bisnis itu harus saling menguntungkan.

“Jadi petani harus punya gabah berkualitas sesuai dengan kriteria agar dapat harga maksimal. Sementara Bulog, dalam tugasnya menjaga ketahanan pangan mendapatkan kualitas gabah yang bagus dan stok yang banyak,” tutupnya.

Langkah ini merupakan pertama kalinya Bupati mengajak petani ke Bulog. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan, petani perlu memotong mata rantai distribusi dengan menjual langsung ke Bulog. Dengan ini, petani juga memiliki kepuasan direct selling ke Bulog. Petani sebagai mitra harus menjaga komitmen dan mengikuti standar yang telah ditentukan oleh Bulog. 

Baca Juga :  Kapolres Tuban Resmikan Mako Polair untuk Perkuat Keamanan Laut

Dalam proses transaksi, Bupati menegaskan bahwa pembayaran langsung diberikan kepada petani asalkan ada kelengkapan dokumen, serta quality control yang sesuai dengan prosedur. “Kerjasama harus sehat dan saling menguntungkan,” tambah Bupati.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro Helmi Elisabeth mengatakan, kegiatan ini digagas oleh Bupati Anna karena program bupati selalu berkesinambungan. Oleh karena itu, poktan/gapoktan dapat memanfaatkan peluang yang ada.

“Rakor ini juga diikuti 17 poktan penerima Combine Harvester pada 2022. Sementara 9 poktan/gapoktan untuk transformasi skala usaha melalui badan usaha milik petani,” terangnya.

Ia berpesan untuk menjaga kualitas gabah, karena pada tahun 2022 yang lalu pemkab telah memiliki MoU dengan Bulog. MoU didasari pada perhatian khusus Bupati karena Bojonegoro dari 83.000 hektar sawah dengan produksi gabah pada 2022 mencapai sebesar 870.517 ton dan merupakan penghasil gabah terbesar ketiga se-Jawa Timur.

“Dengan adanya pabrik MRMP di Desa Kunci jadi nilai tambah untuk petani Bojonegoro. Juga dari kegiatan ini poktan mendapat penjelasan dari Bulog bagaimana cara suplai gabah ke Bulog. Pengusaha sukses harus menjaga kualitas,” katanya. (sr/rn/lis)