Surabaya(Ragamnusantara.id)-Sebuah Terobosan Bagi Pelajar Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya karena tidak akan lagi diberi pekerjaan rumah (PR) mulai 10 November mendatang.
Aturan baru ini bakal segera diterapkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya agar murid-murid memiliki waktu lebih untuk bersosialisasi di lingkungan tempat tinggalnya.
Tidak cuma dibebaskan dari PR, Dispendik Surabaya juga bakal melakukan pengurangan jam belajar di sekolah selama dua jam. Awalnya, jam sekolah SD-SMP berakhir pukul 14.00 maka per 10 November nanti jam belajar di jenjang sekolah tersebut harus selesai pukul 12.00 siang.
Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh menjelaskan gagasan pengurangan jam belajar di sekolah dan peniadaan PR tersebut sejalan dengan program merdeka belajar

More Stories
Wakil Ketua DPRD Jatim Sambut Putusan MK, Sekolah Swasta Gratis Perlu Perencanaan Matang
Antisipasi Krisis Stok, Dua Koramil Jajaran Kodim Bojonegoro Gelar Bakti Sosial Donor Darah
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni: Kebersihan Lingkungan Kunci Cegah Hantavirus