16 April 2026

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah Melepas CJH Kabupaten Bojonegoro Tahun 2023

Bojonegoro – Pelepasan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Bojonegoro tahun 2023 dilakukan oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan Forkopimda. Acara pelepasan tersebut berlangsung di Pendopo Malowopati pada Kamis (1/6/2023).

Selain Bupati Bojonegoro, acara pelepasan jemaah haji juga dihadiri oleh Ketua DPRD Bojonegoro, jajaran Forkopimda, Kepala Kementerian Agama Bojonegoro, perwakilan Pengadilan Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para jemaah haji.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengungkapkan pentingnya bersyukur karena sejak awal tahun hingga saat ini, semua jemaah haji diberkati dengan kesehatan dan memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji sebagai panggilan Allah.

“Dalam perjalanan haji tahun 2023 ini, saya berharap semoga seluruh calon jemaah haji berangkat dan pulang dengan sehat walafiat serta menjadi haji yang mabrur,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bu Anna (panggilan akrab Bupati) menyampaikan bahwa ibadah haji juga melibatkan aspek fisik. Oleh karena itu, para jemaah haji akan melewati beberapa tahapan prosesi haji. Jika fisik memungkinkan, disarankan untuk melaksanakan semua tahapan sunah. Namun, jika kondisi fisik tidak memungkinkan, Bupati menyarankan agar tidak memaksakan diri dan memenuhi kewajiban ibadah haji yang wajib.

“Dengan berangkat haji, insya Allah semua niat baik akan tercatat, meskipun kadang-kadang kita khawatir akan kelelahan. Jadi, lakukanlah yang wajib karena di sana kita akan bersatu dengan umat Islam dari berbagai latar belakang. Keamanan kita, terutama menjaga kesehatan, adalah hal yang penting,” pesan Bupati.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Abdul Wahid mengungkapkan bahwa jumlah CJH yang berangkat hari ini adalah 1.594 orang, karena 36 orang telah berada di Madinah dua hari sebelumnya.

“Bojonegoro tahun ini ditunjuk sebagai penyangga bersama dengan Gresik dan Sidoarjo, dan 36 CJH telah berangkat sebelumnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dorong Masyarakat Religius, Pemkab Bojonegoro Beri Insentif kepada Jamaah Tahlil

Abdul Wahid juga menjelaskan bahwa dari total CJH yang berangkat, 638 di antaranya adalah pria dan 956 adalah wanita. CJH tertua adalah Abdul Hakam, berusia 93 tahun, yang lahir pada 1 Oktober 1930. Sementara itu, CJH termuda adalah Arina Salsabila, lahir pada 6 Mei 2005, dari Pondok Ar-Rasyid.

“Terdapat penambahan calon jemaah haji cadangan l, ll, lll yang berangkat secara individu, namun tidak bersama dengan kloter 20, 21, 22, dan 23. Selain itu, terdapat tambahan kuota 50 Jamaah,” jelasnya.

Abdul Wahid juga menyoroti kebijakan Menteri Agama yang menetapkan bahwa setiap sisa kuota haji yang diberikan kepada Indonesia akan segera diisi untuk mengurangi antrean yang panjang.

“Bojonegoro merupakan salah satu dari tiga kabupaten yang ditunjuk untuk mengisi open seat karena pentingnya menjaga kapasitas pesawat agar penuh. Indonesia bertanggung jawab dalam mengisi kursi-kursi yang kosong,” tuturnya. (sr/rn/lis)