20 April 2026

Disperinaker Bojonegoro Beri Pelatihan Membatik dan Handycraf

Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro telah mengadakan pelatihan keterampilan kerja kejuruan membatik dan handycraft di Kecamatan Kepohbaru. Pelatihan tersebut berlangsung selama 6 hari, dimulai pada Kamis (6/7/2023) hingga Selasa (11/7/2023).

Acara pelatihan kejuruan ini dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, dan dihadiri oleh Kepala Disperinaker, Welly Fitrama, kepala desa, dan 40 peserta. Peserta terdiri dari 20 orang buruh tani tembakau dari Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru dan 20 orang buruh tani tembakau dari Desa Woro Kecamatan Kepohbaru, yang akan melanjutkan pelatihan di desa masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati Anna menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman keterampilan membatik dan handycraft kepada para peserta, sehingga mereka dapat menghasilkan pendapatan di masa depan.

“Tindaklanjut harus dilakukan, karena tujuan Pemerintah Kabupaten tidak hanya memberikan pelatihan agar peserta memiliki keterampilan, tetapi juga untuk mengembangkan ekonomi baru sesuai dengan keahlian mereka,” ungkapnya.

Bupati Bojonegoro juga mendorong peserta pelatihan untuk memanfaatkan pemasaran digital di era kemajuan teknologi. Hal ini bertujuan agar mereka dapat melakukan pemasaran yang efektif.

“Bojonegoro memiliki BPR yang dapat membantu dengan modal awal. Harapannya, usaha mereka dapat berkembang dan bersinergi, dimulai dari yang kecil terlebih dahulu,” tambahnya.

Kepala Disperinaker Bojonegoro, Welly Fitrama, menyatakan bahwa semua kegiatan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan ekonomi dilakukan melalui pendekatan pelatihan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan keterampilan masyarakat dan mendorong terciptanya peluang kerja dan usaha mandiri.

“Kami berharap masyarakat dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan dan taraf hidup, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Pelatihan kejuruan ini, lanjut Welly, bertujuan untuk memberikan dan meningkatkan keterampilan serta daya saing buruh tani tembakau. Dengan demikian, diharapkan dapat menciptakan usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan di luar musim tanam tembakau.

Baca Juga :  Kampung Tumo, Kampungnya Para Wanita Cantik

“Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat memotivasi dan mengubah mindset buruh tani tembakau, karena mereka tidak hanya harus menjadi buruh tani tembakau, tetapi juga bisa menjadi pengusaha,” pungkasnya. (sr/rn/lis)