Kabar duka datang dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan baru saja tutup usia.
Kabar pilu itu diungkap Dedi di akun Instagramnya @dedimulyadi71 dilansir pada (20/09/2026). Di unggahan itu, Dedi menyampaikan bahwa Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (19/09/2026).

”
Kami menyampaikan kabar duka.”
“Innalilahi wa innailaihi rojiun telah meninggalkan kita semua, Bapak Haji Danny Setiawan, mantan Gubernur Jawa Barat. Pada hari ini, hari Sabtu, tanggal 19 September 2026,
” tulisnya.
Dedi berdoa agar mendiang Danny mendapat tempat mulia di sisi Allah. Ia juga mendoakan kesabaran untuk keluarga yang ditinggalkan.
”
Semoga almarhum diterima iman Islam-nya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT.”
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,”
ucap Dedi.
Lebih lanjut, Dedi juga mengungkap sosok baik Danny Setiawan semasa hidupnya. Ia bersaksi bahwa Danny telah menghasilkan banyak karya dan pekerjaan yang indah selama menjabat.
”
Saya meyakini Pak Danny Setiawan adalah ahli kebaikan. Banyak karya-karya yang diperbuat untuk kemajuan Provinsi Jawa Barat. Baik pada saat dia menjadi sekretaris daerah, maupun saat menjadi gubernur
,” terangnya.
”
Terima kasih. Semoga kita semua dalam keadaan sehat, dan mendapat lindungan Allah SWT,”
katanya.
Dedi Mulyadi Kenang Sosok Danny Setiawan
Saat datang ke rumah duka, Dedi mengenang sosok Danny Setiawan. Ia mengaku sudah mengenal Danny sejak lama.
“Saya dengan Pak Danny Setiawan kenal lama sejak saya wakil bupati (Purwakarta), beliau waktu itu sekretaris daerah (Sekda Jabar) kemudian terpilih gubernur,” katanya kepada awak media di rumah duka, Jalan Anggrek, Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026) dilansir Kompas.com.
Dedi mengaku beberapa kali dibantu oleh Danny Setiawan. Bahkan bantuan itu masih terasa manfaatnya hingga sekarang oleh masyarakat Purwakarta.
“Ada dua kali, pertama waktu diberi bantuan Rp 500 juta tiba-tiba digeser anggaran, enggak tahu alasannya kenapa. Lalu oleh dia (Danny Setiawan) nanti dibantu lagi. Dan sekolahnya terwujud sampai sekarang. Nah itu peninggalan di Purwakarta yang sampai hari ini,” kata Dedi.
Selain itu, hubungan keduanya terjalin dalam urusan politik. Dedi mengatakan, bahwa dirinya pernah mendukung almarhum untuk menjadi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.
“Dari sisi politik. Saya yang mendukung beliau menjadi ketua Golkar Jawa Barat tetapi di perjalanan beliau mundur,” tuturnya.
Sebaliknya, Danny juga pernah mendukung karier politik Dedi Mulyadi.
“Pada saat saya mencalonkan menjadi bupati periode pertama, beliau yang mendukung memberikan gagasan dan mendorong saya untuk terus maju,” ucap Dedi.
“Pada saat saya mencalonkan menjadi bupati periode pertama, beliau yang mendukung memberikan gagasan dan mendorong saya untuk terus maju,” ucap Dedi.
“Beliau itu berkonsentrasi terhadap pembangunan pedesaan khususnya ekonomi. Pada saat era Pak Nuryana dan Pak Danny terkenal dengan program Raksa Desa dan Daka Balarea,” terangnya.
“Nah konsepnya pinjaman uang bergulir. Tahu kan uang bergulir dipinjamkan macet, makanya konsepnya saya rubah hari ini langsung ke pembangunan infrastruktur di pedesaan oleh provinsi agar dirasakan langsung oleh masyarakat dan tidak menjadi dana bancakan,” jelas Dedi Mulyadi usai Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan dikabarkan meninggal dunia. (*)

More Stories
Jordan Henderson cekcok dengan Emiliano Martinez, Xabi Alonso kecewa Chelsea tampil buruk
Prediksi skor Marseille vs Paris Saint-Germain di Liga Prancis: Les Parisiens menang besar
Penyebab belasan penerbangan di Supadio Pontianak delay hingga cancel padahal cuaca sempat membaik