31 Juli 2026

Kekeringan Ancam Petani Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Kawal Solusi Kekeringan di Bojonegoro

Ragamnusantara.id, Bojonegoro – Ancaman kekeringan yang mulai dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro menarik perhatian Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni. Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya menggelar reses dan menyerap aspirasi warga di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Senin (27/7/2026).

Apa yang terjadi? Waduk Pirang mengalami penyusutan debit air yang cukup signifikan, sehingga berdampak langsung terhadap sektor pertanian.

Di mana dampaknya paling terasa? Legislator Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Bojonegoro-Tuban ini menyebut, dua wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Dander dan Kapas. Petani di kedua wilayah tersebut kesulitan memperoleh pasokan air untuk mengolah lahan, sehingga muncul kekhawatiran akan terjadinya gagal tanam.

Mengapa revitalisasi waduk belum terealisasi? Sri Wahyuni menjelaskan bahwa usulan revitalisasi Waduk Pirang sejatinya sudah diperjuangkan sejak 2025. Namun, rencana tersebut tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.

“Saya berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebutuhan warga ini,” tegasnya.

Bagaimana langkah penanganannya? Sebagai solusi jangka pendek, Sri Wahyuni mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Jawa Timur untuk melakukan normalisasi dan pengerukan Waduk Pirang lebih dulu, sebelum pembangunan embung permanen dapat direalisasikan.

Siapa lagi yang menyampaikan keluhan? Selain persoalan kekeringan, masyarakat yang hadir dalam reses tersebut juga mengeluhkan kondisi jalan di sepanjang bantaran Bengawan Solo serta Jalan Usaha Tani (JUT) yang hingga kini belum tersentuh pembangunan. Sri Wahyuni menilai, keterbatasan kemampuan fiskal desa menjadi salah satu penyebab utama, mengingat sebagian besar Dana Desa dan Alokasi Dana Desa lebih banyak terserap untuk operasional pemerintahan desa ketimbang pembangunan infrastruktur.

Kapan persoalan banjir turut menjadi sorotan? Dalam kesempatan yang sama, warga juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi di sepanjang jalan provinsi, khususnya di Kecamatan Balen. Mereka berharap adanya pembangunan saluran drainase beton (U-Ditch) agar genangan air saat hujan deras dapat diminimalkan.

Baca Juga :  Wakil Ketua IV DPRD Jatim Sri Wahyuni Hadiri Pendidikan Politik Demokrat Bojonegoro

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, Sri Wahyuni juga mendorong program pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui bantuan pelatihan dan bibit budidaya lele bagi kelompok PKK setempat sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang terjaring dalam reses tersebut akan ditindaklanjuti melalui skema Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jawa Timur, dan diupayakan dapat masuk dalam program APBD Provinsi maupun disinergikan dengan program-program pemerintah pusat.

“Persoalan-persoalan ini akan terus saya perjuangkan agar negara hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” pungkasnya.(red)