Ragamnusantara.id, – Penuding Ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Kurnia mengaku keberatan untuk menjawab pertanyaan dari kepolisian terkait panggilan klarifikasi berkaitan dengan kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.
Awalnya padapada Senin (7/7/2025), dia menyampaikan terimakasih atas permintaan klarifikasi yang disampaikan penyidik.
Semua itu demi melaksanakan tugas sebagai warga negara yang baik dan taat hukum dengan memberikan klarifikasi.
Namun dia menyampaikan keberatann kepada penyidik atas dasar tidak mengenal pelapor dan tidak memiliki legal standing.
Keberatan menjawab tersebut disampaikan melalui surat kepada penyidik.
“Kami berkeberatan untuk menjawab pertanyaan tentu dengan beberapa hal bahwa kami merasa tidak mengenal orang-orang yang melaporkan tersebut,”ujarnya.
“Orang yang melaporkan tersebut tidak punya legal standing.” tambahnya.
Dikatakan Kurnia, apa yang dilaporkan itu tidak lagi menjadi suatu hal yang relevan.
“Karena perkara Pak Jokowi ini sudah menjadi Lex Specialistadi yaitu pasal 310 dan 311,”ujarnya.
Kata diam, tidak ada keuntungan baginya untuk menjawab klarifikasi dari penyidik tersebut.
“Di samping yang ke empat, kami sedang fokus untuk menyiapkan gelar perkara khusus,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan kekecewaannya atas laporan mereka yang dihentikan tanpa pemberitahuan yang jelas dan Hanya dengan mengatakan bahwa ijazahnya identik.
Dokter Tifa Ketakutan
Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, satu diantara orang dalam barisan kubu Roy Suryo Cs yang sama-sama aktif menuding ijazah palsu dan soroti penyakit Jokowi dilanda ancamana.
Bahkan teror tersebut tidak hanya kepadanya, tetapi menyasar kepada anak-anaknya.
Untuk itu dia meminta perlindungan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BIN.
Dokter Tifa kini mencari perlindungan atas teror yang dialaminya diduga akibat menyoroti ijazah dan penyakit Jokowi.
Sebab, teror itu baru muncul setelah ia aktif menyoroti kejanggalan ijazah mantan Presiden RI itu.
Dia mengaku berkawan baik dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, tentunya bakal lapor ke pucuk pimpinan Polri.
Menurutnya, masalah ini mengkhawatirkan, sehingga Dokter Tifa minta Polisi mengawal anak-anaknya.
Dokter Tifa juga mengaku akan melapor ke BIN, BAIS, Komnas HAM, HAM Internasional, KPAI, dan lembaga lainnya.
“Saya akan lapor kepada kawan baik saya, KAPOLRI Mas Jendral @ListyoSigitP,tentu saja sebagai warga saya minta perlindungan. Ini tugas Polisi untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada warga negara,” kata Dokter Tifa melalui akun media sosialnya pada 29 Juni 2025.
Dokter Tifa tak terima dengan perlakuan yang dihadapi anak-anaknya ini.
Dia pun mengaku siap membawa masalah ini ke jalur hukum.
“Anarki, intimidasi, dan teror kepada anak-anak, kepada rakyat ini, tentu tidak bisa dibiarkan!,” ujarnya.
“Saya akan lapor kepada kawan baik saya, KAPOLRI Mas Jendral @ListyoSigitP,tentu saja sebagai warga saya minta perlindungan. Ini tugas Polisi untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada warga negara,” kata Dokter Tifa.
Dokter Tifa juga mengaku akan melapor ke BIN, BAIS, Komnas HAM, HAM Internasional, KPAI, dan lembaga lainnya.
Menurutnya, masalah ini mengkhawatirkan, sehingga anak-anak harus dikawal, dan Dokter Tifa minta Polisi mengawal anak-anaknya.
“Kepada siapapun juga anda, yang Pengecut dan beraninya hanya mengerahkan Preman dan Termul. Saya, kami sekeluarga, dan anak-anak kami, punya ALLAH YANG MAHA BESAR!. Yang kamu punya hanya jiwa pengecut dan kelakuan penakut!,” katanya.
“Beraninya dengan perempuan. Beraninya dengan anak-anak. Beraninya gunakan preman bayaran. Memalukan!,” ungkap Dokter Tifa.
Salah satu penuding ijazah Jokowi palsu, Dokter Tifa baru-baru ini memberikan pengakuan bahwa keluarganya tengah diteror.
Pengakuan itu disampaikan Dokter Tifa melalui akun media sosial pada 29 Juni 2025 setelah sebelumnya akunnya itu kerap diisi sindiran kepada Jokowi.
Dalam cuitannya itu, Dokter Tifa mengaku bahwa teror yang dialami keluarganya ini dia nilai parah.
Teror itu, kata dia, dilancarkan terhadap anak-anaknya.
Dokter Tifa mengaku baru mengetahui setelah anak-anaknya selama ini berusaha diam karena takut mengganggu ibunya.
“Teror kepada anak-anak saya semakin parah!. Selama ini mereka diam, mungkin karena tidak mau mengganggu hati Ibunya yang sedang berjuang keras untuk Ujian S3-nya,” tulis Dokter Tifa.
“Selain diganggu dengan panggilan laporan polisi, sehingga mereka tidak mau menyampaikannya. Anak-anak yang sungguh santun dan berhati mulia,” imbuhnya.
Tifa mengatakan bahwa teror-teror terhadap anak-anaknya itu keterlaluan.
Identitas anak-anak Dokter Tifa disebarluaskan dan diancam.
“Foto-foto mereka entah diambil dari mana, disebarkan melalui sosmed dengan ancaman-ancaman,” sambung Dokter Tifa.
“KTM dan KTP yang juga entah darimana mereka dapat, disebar juga dengan ancaman-ancaman. Salah satu pengancam bahkan menyebut mereka sebagai kelompok JURU TIKAM!,” imbuhnya.(red)

More Stories
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni: Fenomena Janda Muda Tak Bisa Diabaikan
Pelari Terjatuh di Alun-Alun Kebumen, Diduga Tertabrak Mobil Mainan
Angin Kencang Robohkan Dapur Program MBG di Kedungadem, Bojonegoro