28 April 2026

Petunjuk Mencurigakan Kematian Diplomat: Pintu Terkunci dan Sidik Jari di Lakban


Ragamnusantara.id, –
Teka-teki baru bermunculan di kasus kematian diplomat muda Arya Daru Pangayunan (39).

Setelah sempat diduga tewas karena dibunuh, kini muncul spekulasi baru kalau Arya Daru Pangayunan dicurigai mengakhiri hidupnya sendiri.

Kecurigaan itu muncul berdasarkan beberapa petunjuk yang ada di lokasi kematian Arya Daru Pangayunan.

Mulai dari sidik jari di lakban yang melilit kepalanya, hingga kondisi pintu yang terkunci.

Arya Daru Pangayunan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar kosnya, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (8/7/2025).

Saat ditemukan, kondisi Arya Daru Pangayunan dalam kondisi terlilit lakban di bagian kepala hingga leher.

Arya Daru tinggal di kosan itu seorang diri, sementara istri dan dua anaknya tinggal di Jogja.

Kapolsek Menteng Jakarta Pusat Kompol Rezha Rahandhi mengatakan, pihak penyidik belum bisa menyimpulkan penyebab kematian Arya Daru Pangayunan.

“Dari olah TKP belum bisa menyimpulkan, barang bukti masih didalami oleh labfor, baik sidik jari dan lainnya,” tandasnya.

Ia pun mengungkap kondisi Arya Daru Pangayunan saat pertama kali ditemukan.

“Jadi wajah sampai leher itu dililit lakban, bahkan sisa lakbannya mohon maaf masih menempel,” tandasnya.

Dirinya juga mengatakan kalau tidak ada ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.

“Dari visum awal olah TKP tidak ada tanda-tanda kekerasan, cuma kita tidak bisa menyimpulkan,” jelas dia lagi.

“Kalau dari segi tanda-tanda visum badan maupun olah TKP, kita belum bisa menyimpulkan ini ada indikasi kekerasan. Jenazah korban sudah kami serahkan ke RS Polri untuk diotopsi,” tambahnya.

Pun dengan dugaan adanya sidik jari lain, pihak penyidik masih mendalaminya.

Sementara itu kerabat korban, Iyarman Waruwu menjelaskan kondisi Arya Daru saat ditemukan sangat memprihatinkan.

“Kepalanya dililit lakban, tapi saya belum bisa memastikan lakbannya jenis apa, yang jelas warna kuning lakbannya,” kata Iyarman dikutip dari Kompas TV, Kamis (10/7/2025).

Ia juga mengatakan kalau jasad Arya Daru juga ditutupi selimut.

“Kemudian dalam posisi tidur telentang, kaki ketekuk dan berada di bawah selimut. Jadi ketika penjaga kosan masuk, ditarik selimutnya,” tutur dia.

Dirinya juga mengatakan kalau jasad korban dalam kondisi dililit seperti mumi.

“Dililit seperti mumi, di seluruh muka dililit seperti mumi,” katanya.

Ia juga mengatakan kalau lilitannya tebal.

“Lilitannya rapih, berkali-kali, karena tebal kalau saya lihat dari gambarnya,” jelas dia lagi.

Tak ada tanda keberadaan orang lain

Penjaga kosan, Siswanto mengatakan, saat mengecek kamar korban tidak ditemukan adanya barang korban yang hilang.

Semua barang-barang penting Daru seperti dompet hingga tempat makan masih tersimpan rapi.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Raih 2 Penghargaan Kontribusi Pembayaran Pajak Terbesar

Bahkan polisi juga tidak menemukan adanya bukti pengrusakan di TKP.

“Tidak ada juga dari pintu kamar kosan korban, tidak ada tanda-tanda pengrusakan,” ungkap Rezha lagi.

Bahkan pada rekaman CCTV di kosan Daru, tidak terlihat ada orang lain yang masuk ke dalam kamar kosnya.

Rekaman CCTV hanya merekam aktivitas Daru bolak-balik di malam sebelum kejadian.

“(Di rekaman CCTV) hanya (merekam) korban keluar masuk tempat kos, pesan gojek maupun buang makanan setelah dia selesai makan di jam 23.30 Wib,” ujar Kompol Rezha Rahandhi.

Sebelum tengah malam, penjaga kosan Siswanto sempat bercerita ke penyidik.

Bahwa ia bertemu dengan dengan Daru dan menyapanya.

Namun kala itu Siswanto tak menangkap ada keanehan di diri korban.

“Si penjaga indekos bahkan ketemu di jam 22.15 Wib, sempat menyapa korban sambil makan malam karena kebetulan malam kemarin itu dalam kondisi hujan intensitas sedang. Lanjut menyapa korban dan (korban) menjawab ‘iya pak’,” ungkap Kompol Rezha Rahandhi.

Dugaan akhiri hidup

Sementara itu terkait penyebab kematian Daru, Kriminolog UI Adrianus Meliala justru menduga korban sengaja mengakhiri hidupnya.

“Kalau dari analisis terhadap lingkungan dari almarhum, saya kita saya lebih meyakini ini adalah suatu tindakan bunuh diri. Mengingat tidak ada pihak lain yang masuk atau keluar pada saat yang bersangkutan meninggal,” kata Adrianus Meliala dikutip dari Kompas TV, Kamis.

Meski begitu kata Adrianus, masih ada tiga petunjuk penting yang bisa dipakai kepolisian untuk mengungkap kematian Daru.

Petunjuk pertama adalah hasil pemeriksaan forensik jenazah Daru.

Lalu kedua, polisi bisa tahu kondisi Daru sebelum meninggal dari pemeriksaan makanan yang ia santap sebelum wafat.

“Namun demikian, tentu masih ada beberapa clue yang kelihatannya akan diperoleh melalui pemeriksaan forensik, khususnya kedokteran forensik. Juga kemudian bisa dilakukan toksikologi forensik karena yang bersangkutan memakan sesuatu sebelum yang bersangkutan meninggal. Dua pemeriksaan itu bisa bicara banyak tentang penyebab kematian dari almarhum,” pungkas Adrianus Meliala.


Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

(red)