18 April 2026

Tottenham Gagal Reuni Yoane Wissa, Brentford Tidak Lepas Dua Bintang Sekaligus ke Manchester United

Ragamnusantara.id, – Harapan Thomas Frank untuk membawa mantan anak asuhnya, Yoane Wissa, ke Tottenham Hotspur pada musim panas ini dipastikan meredup. Laporan terbaru menyebutkan bahwa transfer sang penyerang Brentford itu ke London Utara kini tidak mungkin terjadi, lantaran Brentford enggan melepas dua pemain bintangnya dalam satu jendela transfer—terutama setelah Manchester United ikut membidik Bryan Mbeumo.

Tottenham memang tengah mengalami fase rekonstruksi besar sejak ditangani Thomas Frank, pelatih asal Denmark yang sebelumnya menukangi Brentford. Setelah menunjuk Frank sebagai pelatih baru, klub terlihat aktif di pasar transfer, berusaha mendatangkan sejumlah pemain ofensif untuk memperbaiki performa lini serang musim depan.

Mohammed Kudus menjadi rekrutan besar pertama di sektor depan, dengan rumor bahwa Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest juga masuk dalam radar. Namun, rencana transfer Gibbs-White pun diperkirakan akan berlangsung alot karena pihak Forest mengancam akan mengadukan Spurs ke Premier League atas dugaan pendekatan ilegal (tapping up).

Yoane Wissa menjadi nama lain yang sempat muncul sebagai target utama Tottenham. Sebagai pemain yang sudah paham sistem Thomas Frank, kehadiran Wissa diyakini dapat mempercepat proses adaptasi taktik di lini depan Spurs. Apalagi, performanya di musim lalu sangat mengesankan.

Wissa mencetak 19 gol di Premier League 2024–2025, torehan yang membuatnya menjadi salah satu penyerang tertajam di liga. Musim sebelumnya, ia juga konsisten dengan 12 gol. Ketajamannya di sepertiga akhir lapangan serta kemampuan bergeraknya yang cair membuatnya cocok dengan gaya ofensif cepat yang disukai Frank.

Namun, menurut laporan dari Football Insider, Brentford tidak bersedia kehilangan dua pemain penting sekaligus.

“Dengan Manchester United yang tengah memburu Bryan Mbeumo, klub berjuluk The Bees itu mengambil langkah tegas untuk mempertahankan Wissa,” tulis media tersebut.

Bagi Brentford, Mbeumo dan Wissa adalah dua pilar utama dalam proyek jangka menengah mereka. Kehilangan salah satu saja sudah menjadi risiko besar, apalagi melepas keduanya secara bersamaan. Maka ketika MU masuk ke dalam radar transfer Mbeumo, otomatis pintu keluar bagi Wissa nyaris tertutup.

Baca Juga :  Tak Pernah Bergabung Selama 365 Hari! Osvaldo Haay Rindu Persebaya, Unggah Kenangan Lawan Arema FC di Kanjuruhan

Usia Wissa yang akan menginjak 29 tahun pada September mendatang juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi Tottenham. Memberikan kontrak jangka panjang kepada pemain mendekati usia kepala tiga dianggap kurang ideal untuk proyek jangka panjang klub. Meski secara performa masih mumpuni, nilai investasi dan risiko fisik ke depan menjadi bahan evaluasi.

Kondisi ini membuat Spurs harus mulai menyusun alternatif. Apalagi, lini serang bukan satu-satunya sektor yang membutuhkan perhatian. Musim lalu, Tottenham kebobolan 65 gol—terburuk kelima di Premier League. Meskipun beberapa pihak menyalahkan filosofi menyerang ala Ange Postecoglou yang terlalu terbuka, fakta tetap menunjukkan bahwa pertahanan Spurs rawan ditembus.

Dengan formasi anyar yang kemungkinan lebih seimbang di bawah kendali Frank, Tottenham mungkin bisa memperbaiki kerapuhan itu secara taktik. Namun tetap saja, perekrutan satu atau dua pemain belakang berpengalaman akan sangat membantu dalam mengurangi beban lini pertahanan.

Thomas Frank kini berada dalam dilema: terus mengejar target-target di sektor ofensif yang bisa saja batal di tengah jalan, atau mulai beralih fokus ke lini belakang demi membentuk tim yang lebih solid secara keseluruhan.

Wissa bisa jadi bukan nama terakhir yang gagal didatangkan Tottenham musim panas ini. Tapi dalam dinamika bursa transfer, peluang bisa berubah dengan cepat. Jika Manchester United memutuskan untuk tak melanjutkan perburuan Mbeumo, bukan tidak mungkin Wissa kembali masuk radar Spurs. Untuk sekarang, tampaknya The Lilywhites harus realistis dan mulai mempertimbangkan opsi lain.

Bagi para pendukung Tottenham, momen ini menunjukkan bahwa proses pembangunan tim tak selalu mulus. Namun, dengan visi jelas dari Thomas Frank, harapan untuk membentuk tim kompetitif tetap terbuka lebar—meski tanpa kehadiran Yoane Wissa di lini depan.(src)