31 Mei 2026

Anak dan Menantu Kades Ikut Seleksi Perangkat Desa di Bojonegoro, Diduga Sarat Pengkondisian

Bojonegoro – Proses seleksi perangkat desa di Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, tengah diselimuti isu miring. Seleksi yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2025 ini ramai diperbincangkan warga karena diduga kuat hanya formalitas belaka, terutama setelah mencuatnya nama anak dan menantu Kepala Desa sebagai peserta.

Dari delapan peserta yang mengikuti seleksi untuk tiga formasi jabatan, dua nama mencuri perhatian.

Formasi Jabatan Kaur Keuangan: Mokhamad Alfian, Hesta Afita Nanda dan Julia Puput Seliana

Formasi Jabatan Kepala Dusun Pragelan: Rozy Iswanto dan Dimas Aditya Pratama

Formasi Jabatan Kepala Dusun Randupitu: Areza Ade Nugraha (anak Kades), Eka Puspita Sari (menantu Kades) dan Mianto

Nama Areza Ade Nugraha, putra dari Kepala Desa Pragelan Rumiati, santer disebut – sebut sebagai calon “pemenang” seleksi Kepala Dusun Randupitu, bahkan sebelum ujian digelar. Dugaan pengkondisian semakin kuat dengan munculnya keterangan dari salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

“Anak dan menantu Kades sama – sama ikut seleksi. Kalau rumor kemenangan Areza benar, ini bisa jadi ujian besar bagi netralitas panitia maupun universitas pihak ketiga, UNIDHA Malang,” ujarnya.

Upaya media untuk mengonfirmasi ke panitia pelaksana berujung buntu. Ketua panitia desa Agus, memilih bungkam meski telah dihubungi berkali – kali.

Pihak Universitas Wisnuwardhana (UNIDHA) beralamat di Malang, Jawa timur yang ditunjuk sebagai penguji eksternal pun sulit dijangkau.

Yang mengejutkan, saat dikonfirmasi melalui telepon Kepala Desa Rumiati justru membenarkan keikutsertaan anak dan menantunya dalam seleksi perades. Ketika ditanya soal rumor kemenangan putranya, jawabannya mengundang polemik. (9/6/2025)

“Kalau iya, kenapa?” ungkap singkat.

Pernyataan itu dinilai memperkuat dugaan bahwa proses seleksi pengisian perangkat desa sarat konflik kepentingan dan tidak menjunjung prinsip meritokrasi serta transparansi.

Baca Juga :  Ganjar di Laporkan ke KPK Oleh IPW

Kekhawatiran lain juga muncul terkait penggunaan sistem Computer Assisted Test (CAT) dalam proses seleksi. Meskipun sistem ini dianggap modern dan transparan, celah manipulasi tetap terbuka, seperti kebocoran soal, pengaturan nilai, hingga intervensi teknis melalui server atau akses jarak jauh (remote access).

Jika dugaan ini benar, maka kredibilitas panitia pelaksana desa dan Universitas Wisnuwardhana UNIDHA Malang sebagai penyelenggara seleksi patut dipertanyakan. Seleksi yang semestinya membangun profesionalisme justru dikhawatirkan jadi ajang “bagi – bagi jabatan” dalam lingkaran keluarga kekuasaan.(red)