16 April 2026

Bupati Bojonegoro Minta Gapoktan Berkembang Jadi BUMP

Bojonegoro – Sebagai upaya menyejahterakan masyarakat di sektor pertanian, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menginstruksikan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) agar berkembang menjadi Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dan terus berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) serta BUMD. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah kerja sama dengan Bulog dalam pembelian gabah pasca panen.

Penegasan ini disampaikan Bupati Anna Mu’awanah dalam acara Sosialisasi Pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang berlangsung di aula pertemuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, pada Selasa (11/07/2023). Bupati mengatakan bahwa setiap kebijakan sudah didahului oleh kajian yang matang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Misalnya, ada bantuan yang bersifat insentif, dan ada juga yang bersifat hibah,” ucapnya.

Bupati Anna menjelaskan bahwa pihaknya tetap berharap agar masyarakat memberikan dukungan kepada pemerintah dalam setiap kebijakan yang diambil. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk menyejahterakan warga Bojonegoro melalui program-program yang telah berjalan maupun yang sedang direncanakan. Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) fokus pada sektor pertanian, termasuk dalam penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk pembelian gabah dari para petani pasca panen.

Pemerintah berharap bahwa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Bojonegoro dapat berkembang menjadi BUMP dan bekerja sama dengan BUM Desa serta BUMD. Pemkab telah melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) agar dapat bekerja sama langsung dengan BUMP sebagai mitra dalam pembelian gabah pasca panen.

“Syaratnya adalah kualitas gabah harus memenuhi standar yang telah ditentukan,” harap Bupati Bojonegoro.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, Helmy Elizabeth, menjelaskan bahwa pembentukan BUMP merupakan penyemangat bagi Gapoktan di setiap desa. Tujuannya adalah agar ke depannya Gapoktan bisa lebih produktif dan tidak hanya berfokus pada produksi saja.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Resmikan BLUD dan Lengkapi Sarana Penunjang Kesehatan

“Padahal, peluang ekonomi dalam sektor pertanian sangat luas dan menjanjikan, terutama dengan adanya program dari Pemkab yang memungkinkan peluang usaha dan peningkatan lapangan kerja,” ujarnya.

Helmy juga menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro telah membentuk BUMD Bojonegoro, yaitu BUMD Pangan Mandiri, yang diharapkan dapat menjadi mitra kerja Gapoktan. Hal ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memberikan solusi pertanian dari hulu ke hilir, termasuk melalui bantuan alat mesin pertanian (alsintan) Combine Harvester sebagai sarana untuk mengembangkan pendapatan Gapoktan.

“Pada tahun 2022, Pemkab telah memberikan bantuan Combine Harvester sebanyak 20 unit, rencananya tahun 2023 akan diberikan sebanyak 75 unit, dan tahun 2024 akan diberikan sebanyak 125 unit Combine Harvester kepada Gapoktan di Kabupaten Bojonegoro,” tambahnya.

Ia juga berharap agar Gapoktan dapat memanfaatkan peluang tersebut dan semakin bersemangat dalam mengembangkan usahanya, sehingga dapat berkembang dalam skala yang lebih luas. (sr/rn/lis)