JAKARTA – Pertunjukan Tribute to Warkop DKI menjadi salah satu suguhan nostalgia yang banyak dinanti penonton di hari kedua Synchronize Fest 2026, Sabtu (17/10/2026).
Tampil di Forest Stage pada pukul 18.30–19.15 WIB, pertunjukan ini merangkai musik, komedi, dan kenangan terhadap trio legendaris Dono, Kasino, dan Indro yang telah menjadi bagian dari budaya populer Indonesia.
Pertunjukan ini mempertemukan Indro Warkop, satu-satunya personel yang masih hidup, dengan para tulang punggung baru musik komedi Indonesia, GJLS, Duo Bahlul, dan Orkes Nunung CS.
Nuansa nostalgia langsung terasa saat pertunjukan dimulai. Layar panggung yang semula gelap mulai menampilkan cuplikan film Warkop DKI. Tayangan tersebut menjadi pengantar sebelum musik mengalun dan membawa penonton kembali mengingat karya-karya legendaris kelompok komedi itu.
Duo Bahlul yang digawangi Sahil Mulachela dan Kamal Rasyid tampil lebih dulu. Diiringi Orkes Nunung, mereka membuka penampilan dengan lagu Mana Tahan, yang kemudian disusul Aku Anak Desa.
Hal yang menarik, di sela-sela penampilan, cuplikan film Warkop DKI kerap kembali diputar, menghadirkan perpaduan musik, film dan humor khas yang menjadi identitas kelompok tersebut.
Setelah lagu kedua usai, Indro Warkop muncul di panggung. Kehadirannya menandai momen tersendiri dalam pertunjukan tersebut. Indro menyampaikan terima kasih kepada para penggemar yang masih setia menikmati karya-karya Warkop DKI. Dia pun bercerita sedikit fun fact atas dua lagu awal yang dibawakan di panggung.
“Lagu-lagu tadi adalah lagu awal-awal yang diciptakan Warkop DKI. Aku masih ingat, dulu Dono yang paling enggak bisa nyanyi, butuh 10 hari buat dia nyanyi lagi tadi,” kenang Indro.
Pertunjukan berlanjut dengan kehadiran GJLS di atas panggung. Mereka membawakan sejumlah lagu populer Warkop DKI, mulai dari Ya Mustafa hingga Mama Yu Quero. Irama yang akrab di telinga kembali mengisi ruang konser, membawa penonton larut dalam nostalgia. Pergantian lagu demi lagu menjaga suasana tetap hidup.
Namun, suasana kemudian berubah ketika Indro Warkop kembali naik ke panggung. Kali ini, dia turut bernyanyi. Dia menyanyikan lagu Dan Aku Rindu, sebuah lagu yang mengungkapkan kerinduannya kepada Dono dan Kasino.
Nuansa ceria yang sebelumnya mendominasi pertunjukan berganti menjadi lebih sendu. Di tengah sorotan lampu panggung, Indro membawakan lagu tersebut dengan emosi yang terasa personal, seolah membuka kembali kenangan tentang dua sahabat sekaligus rekan seperjuangannya yang telah tiada.
Namun, suasana haru itu tak berlangsung lama. GJLS dan Duo Bahlul kembali bergabung di atas panggung untuk membawakan Nongkrong di Warung Kopi secara medley. Musik yang kembali mengalun segera menghidupkan suasana, mengundang penonton menikmati lagu-lagu yang lekat dengan ingatan mereka.
“Terima kasih untuk sambutan luar biasa kalian ke Warkop DKI. Di sini juga ada keluarga dari mas Kasino, mas Doni, dan saya juga yang ikut nonton,” imbuhnya.
Penampilan ditutup dengan lagu Nyanyian Kode. Lagu tersebut pun langsung disambut meriah oleh penonton yang ikut bernanyi bersama. Malam itu, lagu-lagu Warkop DKI seolah hidup kembali di atas panggung.
Tak hanya itu, celetukan-celetukan humor yang kadang menyeret sampai ke isu politik juga beberapa kali muncul. Perpaduan musik, komedi, dan kritik sosial tersebut sukses menghadirkan kembali ciri khas Dono, Kasino, dan Indro yang selama bertahun-tahun mewarnai dunia hiburan Indonesia.
Bagi penonton, pengalaman menyaksikan Tribute to Warkop DKI menawarkan lebih dari sekadar mendengarkan lagu-lagu lawas. Penonton yang tumbuh bersama film dan tayangan Warkop DKI dapat menemukan kembali potongan kenangan, sedangkan generasi lebih muda berkesempatan mengenali sumber humor yang masih memengaruhi komedi Indonesia.
Format pertunjukan yang menggabungkan musik dan komedi juga membuat pengalaman menonton terasa berbeda dari konser yang berfokus pada penampilan vokal atau permainan instrumen semata. Dalam durasi 45 menit, Tribute to Warkop DKI menempatkan musik sebagai pintu masuk untuk merayakan warisan Dono, Kasino, dan Indro.

More Stories
Lagu 1910 Iwan Fals jadi pengingat tragedi Bintaro, ini sejarahnya
Sambut Hari Jadi Humas Polri Ke – 75, Polres Bojonegoro Bantu Warga Terdampak Kekeringan
Kapolres Bojonegoro Sambangi Gereja, Serap Aspirasi Jemaat Lewat Minggu Kasih