21 September 2026

Penyebab belasan penerbangan di Supadio Pontianak delay hingga cancel padahal cuaca sempat membaik


Ringkasan Berita:

  • Dari 14 penerbangan itu, 12 di antaranya mengalami keterlambatan (delay) dan 2 lainnya dibatalkan (cancel).

  • Padahal dua hari sebelumnya pada 17-18 September, jarak pandang di lalu lintas udara Bandara Supadio sempat membaik.

PONTIANAK – 14 penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) terganggu pada Sabtu 19 September 2026.


Dari 14 penerbangan itu, 12 di antaranya mengalami keterlambatan (delay) dan 2 lainnya dibatalkan (cancel).

Padahal dua hari sebelumnya pada 17-18 September, jarak pandang di lalu lintas udara Bandara Supadio sempat membaik.

​Branch Communication & CSR Department Head Bandara Supadio, M. Joko Wahyudi, membenarkan adanya keputusan penyesuaian jadwal dari pihak maskapai akibat fenomena kabut asap tersebut.

​”Memang benar, akibat kondisi

force majeure

berupa pekatnya kabut asap yang membuat jarak pandang berada di bawah standar aman, beberapa pihak maskapai telah mengambil keputusan untuk menunda hingga membatalkan sejumlah penerbangan hari ini,” ujar M. Joko Wahyudi, Sabtu 19 September 2026.

Kondisi cuaca yang tidak bersahabat pada Sabtu pagi membuat aktivitas pergerakan pesawat di landasan pacu nyaris terhenti.

Sepanjang pagi hingga sore, hanya satu pesawat yang berhasil lepas landas (take off) dari Bandara Supadio.

Sementara itu, tidak ada satupun pesawat yang berhasil mendarat (landing) di Pontianak.

Gangguan penerbangan ini sejalan dengan data fluktuasi jarak pandang (visibility) di landasan pacu yang terpantau sangat minim sejak dini hari.

Pada pukul 05.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter.

Namun, kondisi memburuk satu jam kemudian dengan jarak pandang merosot tajam menjadi 500 meter.

Kabut asap pekat terus menahan jarak pandang di kisaran kritis 550–600 meter sejak pukul 07.00 hingga 12.00 siang.

Cuaca baru menunjukkan sedikit perbaikan pada pukul 13.00 dengan jarak pandang naik ke 1.000 meter, lalu menyentuh 1.500 meter pada pukul 14.00.

Baca Juga :  Partai Buruh Kaltim Resmi Dukung Rudy Masud-Seno Aji

Akan tetapi, pada pantauan pukul 15.00 WIB, kabut kembali menebal sehingga jarak pandang menyusut ke angka 1.200 meter.

Prakiraan Cuaca Bandara Supadio Minggu 20 September 2026

Berikut prakiraan cuaca Bandara Supadio menurut BMKG, Minggu 20 September 2026 dilansir dari bmkg.go.id:

03:00 WIB = Berkabut, visibilitas 0.5 km, angin 1.9 km/jam dari utara

04:00 WIB = Berkabut, visibilitas 0.5 km, angin 1.9 km/jam dari utara

05:00 WIB = Berkabut, visibilitas 0.5 km, angin 1.9 km/jam dari utara

06:00 WIB = Berkabut, visibilitas 0.5 km, angin 1.9 km/jam dari utara

07:00 WIB = Berkabut, visibilitas 0.5 km, angin 1.9 km/jam dari utara

08:00 WIB = Berkabut, visibilitas 0.5 km, angin 1.9 km/jam dari utara

09:00 WIB = Berkabut, visibilitas 0.5 km, angin 1.9 km/jam dari utara

10:00 WIB = Berkabut, visibilitas 0.5 km, angin 1.9 km/jam dari utara

11:00 WIB = Berkabut, visibilitas 1.0 km, angin 3.7 km/jam dari utara

12:00 WIB = Berkabut, visibilitas 1.0 km, angin 3.7 km/jam dari utara

13:00 WIB = Berkabut, visibilitas 1.5 km, angin 7.4 km/jam dari timur laut

14:47 WIB = Berkabut, visibilitas 1.5 km, angin 7.4 km/jam dari timur laut

Profil Joko Wahyudi

Joko Wahyudi diketahui sebagai Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) di Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak.

Ia dikenal aktif menginisiasi program CSR seperti Safari Ramadan, khitanan massal, hingga kegiatan sosial lain yang melibatkan masyarakat sekitar bandara.

Namanya disebut sebagai salah satu komunikator utama saat bandara Supadio meraih

Best Airport of 2–5 Million Passengers Asia-Pacific dan Easiest Airport Journey Asia-Pacific pada ASQ Awards 2025.

(*)