Bojonegoro – Untuk merespons lonjakan harga beras di Kabupaten Bojonegoro, Perum Bulog Cabang Bojonegoro berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam langkah tanggap dengan meluncurkan inisiatif “Program Pemeliharaan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan” (SIGAP SPHP). Tujuan dari program ini adalah mengendalikan harga beras di pasar tradisional dan juga di kios-kios sembako di Bojonegoro agar tetap stabil.
Sugeng Hardono, Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro, mengungkapkan bahwa harga beras medium di pasar sedang mengalami kenaikan yang signifikan. Oleh karena itu, bersama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), mereka menginisiasi peluncuran program SIGAP SPHP yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sejak hari Senin sebelumnya.
Sugeng menekankan bahwa program ini merupakan upaya konkret untuk menyediakan beras medium dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Dalam kerangka program ini, Perum Bulog secara aktif terlibat dalam berinteraksi langsung dengan pasar lokal. Beras yang disediakan adalah beras medium yang dijual dengan harga Rp 9.450,- per kilogram, sejalan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium.
Berdasarkan pantauan yang telah dilakukan di berbagai pasar dan toko ritel, harga rata-rata beras medium di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan saat ini berkisar antara Rp 11.000 hingga Rp 12.000 per kilogram. Sugeng mengidentifikasi beberapa faktor yang berkontribusi pada kenaikan harga, termasuk keterbatasan produksi dan dampak dari musim kemarau terhadap produksi padi.
Sugeng menambahkan bahwa sejak awal tahun hingga bulan Agustus 2023, Perum Bulog Cabang Bojonegoro telah mendistribusikan sekitar 3.200 ton beras bermutu medium di wilayah operasionalnya, termasuk di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Sumber beras ini berasal dari hasil panen petani setempat.
Saat ini, stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog Cabang Bojonegoro mencapai sekitar 6.700 ton. Stok ini diperkirakan akan bertambah melalui penyerapan hasil panen yang diharapkan pada bulan September dan Oktober mendatang, serta melalui impor.
Selain itu, dalam usaha untuk meningkatkan pasokan beras ke pasar, Perum Bulog Kancab Bojonegoro telah melakukan perluasan jaringan mitra distribusi. Lebih dari 100 outlet dan kios telah menjadi mitra dalam penyaluran beras bermutu medium, yang tersebar di seluruh wilayah operasional Kancab Bojonegoro.
Program SIGAP SPHP ini diharapkan dapat memberikan pasokan pangan yang terjangkau dari segi ketersediaan maupun harga kepada masyarakat, serta turut berkontribusi dalam menciptakan stabilitas harga pangan. (sr/rn/lis)

More Stories
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni: Fenomena Janda Muda Tak Bisa Diabaikan
Pelari Terjatuh di Alun-Alun Kebumen, Diduga Tertabrak Mobil Mainan
Angin Kencang Robohkan Dapur Program MBG di Kedungadem, Bojonegoro